Sabtu, 29 November 2014
Tribun Jogja

Parkir Motor Malioboro Mendadak Naik Jadi Rp 2000

Minggu, 5 Agustus 2012 20:29 WIB

Parkir Motor Malioboro Mendadak Naik Jadi Rp 2000
TRIBUNJOGJA.COM
parkir di kawasan malioboro
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ibnu Taufik

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pusat-pusat perbelanjaan yang ada di sepanjang Jalan Malioboro mulai diserbu masyarakat. Kepadatan ikon wisata di Yogyakarta ini mulai terlihat ketika warga akan mencari tempat parkir.

Dari mulai depan DPRD Provinsi DIY, petugas parkir sudah menolak kendaraan roda dua. Mereka mengarahkan agar sepeda motor menuju ke arah selatan.

"Penuh mas maaf, ke selatan saja," kata seorang juru parkir di depan Hotel Mutiara, Minggu (5/8/2012).

Selain sulit mencari lokasi parkir, pengunjung Malioboro juga dikenai tarif dua kali lipat dibanding hari biasa. Untuk sekali parkir, sepeda motor dipungut Rp 2.000.

"Maklum mas mau lebaran ini, jadi tarifnya naik, buat THR," kata juru parkir di depan Hotel Mutiara ketika memberi penjelasan kepada pengguna jasa.

Lantaran situasinya memang tampak crowded, rata-rata pengguna jasa parkir tidak komplain. Meski menggerutu, mereka tetap membayarnya.

Yang lebih memprihatinkan adalah pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua jenis motor pria seperti Tiger, Gl Pro Dsb. Hampir dipastikan, pengelola parkir menolaknya. Pertimbangannya, kendaraan sejenis dengan tiger, vespa memenuhi tempat.

Sebelumnya, tarif parkir di ruas Malioboro sisi utara juga melambung bahkan tarif dua kali lipat. Jika biasanya, sesuai perda, tarif parkir sepeda motor Rp. 1.000, di kawasan itu Rp 2.000, atau sama dengan harga jasa parkir mobil.

Hal inilah yang menjadi alasan masyarakat tak jarang mengeluh. Warga Semarang yang lama tinggal di Yogya, Yogi Kustiawan (26) bahkan mengaku tak habis pikir mengapa hal itu dibiarkan oleh pemerintah. Apalagi, pemanfaatannya selama ini tanpa izin.

Persis sebagaimana pengamatan Tribun, juru parkir menerapkan tarif tersebut, disertai karcis bertuliskan "Karcis parkir sepeda motor depan benteng vredeburg Yogyakarta". Pada karcis itu juga tertera nilai tarif Rp 2.000, disertai nomor seri.

Namun, bagi Gendut, pengelola parkir kawasan itu, tidak seharusnya siapapun memojokkan para juru parkir di tempat itu.

Dia menegaskan, kenyataan bahwa kesemrawutan area titik nol kilometer tak lagi terkontrol karena banyaknya pengunjung berkendara, itulah yang kemudian dimanfaatkan, sekitar 9 orang.

Selain memang mencari pendapatan, menurutnya kelompoknya itu berupaya menata sepeda motor pengunjung yang semula malang melintang. Tarif ditentukan Rp 2.000. Namun, hal itu tidak mutlak, bahkan tak jarang juru parkir bersikap permisif jika pengunjung hanya memberi Rp 1.000, atau bahkan tidak sama sekali (TRIBUNJOGJA.COM)
Penulis: ufi
Editor: iwe

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas