A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Jazid Promosikan Batik Ciri Khas Purworejo - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Jogja
Home » Jawa

Jazid Promosikan Batik Ciri Khas Purworejo

Sabtu, 4 Agustus 2012 21:25 WIB
Jazid Promosikan Batik Ciri Khas Purworejo
TRIBUNJOGJA.COM/Rento Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO -
Seniman batik Purworejo, Jazid Bastomi ciptakan tiga motif baru yang menggambarkan ciri khas Purworejo. Ketiga batik tersebut dibuat untuk menyambut Lebaran sekaligus akan diikutsertakan dalam pameran fashion batik dan kerajinan di Jakarta pekan depan.

Ketiga motif batik yang diciptakan Jazid diberi nama motif Ketupat, Bunga Rampai, dan Jatimalang. Ketiganya merupakan motif kreasi pribadi Jazid yang digarap selama tiga bulan dengan masing-masing motif memerlukan waktu sekitar satu bulan untuk penggarapannya.

"Ketiga motif tersebut merupakan motif yang terinspirasi dari apa yang saya temui di Purworejo. Ketupat merupakan satu ciri khas Lebaran di Purworejo, Bunga Rampai merupakan gambaran bunga-bunga liar namun indah yang ada di sini, dan Jatimalang merupakan motif yang terinspirasi dari keindahan pantai Jatimalang," jelas Jazid kepada Tribun Jogja, Sabtu (4/8/2012).

Dari ketiga motif tersebut, Jazid menyatakan bahwa motif ketupat merupakan motif khusus yang bertemakan Lebaran. Untuk motif ini ia sengaja tidak mengambil bentuk ketupat melainkan teksturnya.

"Dengan hanya mengambil tekstur pola anyaman ketupat, saya berharap motif batik ini tidak hanya populer di sekitar Lebaran, namun di lain waktu juga," lanjutnya.

Ketiga motif tersebut, menurut Jazid, akan dibawanya mengikuti pameran di Jakarta beserta sekitar 150 motif lain yang telah ia kreasikan selama ini. Ia berharap, melalui moptif batik kreasinya, Purworejo bisa semakin dikenal.(Tribunjogja.com)
Penulis: toa
Editor: iwe
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas