• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribun Jogja

Mahasiswa UNY Membuat Kerupuk dari Daun Bambu

Senin, 30 Juli 2012 13:59 WIB
Mahasiswa UNY Membuat Kerupuk dari Daun Bambu
foto : M. Fatoni / Tribun Jogja
Tim KKN Unit 64 UNY ini memberikan pelatihan untuk membuat krupuk dari daun bambu.
Laporan Reporter Tribun Jogja, M. Fatoni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -
Sebagian besar masyarakat umumnya kurang menyadari dan memahami cara untuk memaksimalkan bahan-bahan yang ada di sekitarnya. Daun bambu, misalnya, yang sejauh ini kurang bisa dimanfaatkan dan hanya berakhir menjadi limbah.

Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akhirnya mengusung tema tersebut dalam salah satu program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka menyelenggarakan pelatihan untuk memicu kreatifitas warga, terutama kalangan ibu – ibu, di desa Plaosan, Tlogodadi, Mlati, Sleman.

Tim KKN Unit 64 UNY ini memberikan pelatihan untuk membuat krupuk dari daun bambu. Krupuk itu sendiri merupakan hasil kreasi Ayu Siti Rohmah dan kedua rekannya yang sempat berhasil memperoleh dana dari Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) tahun 2012.

Ayu pun ingin mengajak warga, khususnya ibu rumah tangga, untuk jeli dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar. Menurutnya, krupuk yang telah akrab di semua kalangan masyarakat akan mudah menarik minat warga untuk mengikuti pelatihan tersebut.

“Pelatihan seperti ini kami tujukan untuk menumbuhkan semangat wiraswasta sebagai usaha sampingan, dan krupuk daun bambu ini sehat karena tidak mengandung bahan pengawet,” terangnya.

Minat masyarakat pun terbilang cukup besar untuk mengikuti pelatihan tersebut. Mereka terlihat antusias saat Ayu dan beberapa rekannya menjelaskan tahap demi tahap pembuatan krupuk daun bambu.

Ia menuturkan, hampir semua warga tak pernah menyangka bahwa daun bamboo pun bisa dibuat krupuk. Hal itulah yang membuat mereka penasaran dan ingin mencoba membuat makanan yang terbilang murah tersebut. “Mereka kelihatan senang memperhatikan tahap demi tahapnya, sampai menggoreng krupuk itu,” imbuhnya.

Mahasiswi prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini  menambahkan, prospek daun bambu tersebut cukup baik untuk dikembangkan. Bahan dasar untuk pembuatan krupuk ini pun tak sulit untuk didapatkan, serta pangsa pasar krupuk yang menurutnya masih bagus.

Ketua KKN UNY unit 64 dusun Plaosan, Ahmad Dzati Romi, menuturkan pelatihan tersebut diharapkan bisa memberikan nilai tambah bagi para ibu rumah tangga di dusun Plaosan. Dengan memiliki tambahan pengetahuan dan keterampilan, ibu-ibu tersebut akan bisa mempraktikkanya disela kesibukan rumah tangga. “Dari sini kami juga berharap pelatihahn ini dapat memicu kreativitas para ibu untuk memanfaatkan bahan alam yang ada di sekitarnya” katanya. (*)

 
Penulis: ton
Editor: tea
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
49409 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas