A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Apakah Batal Mencicipi Masakan Saat Berpuasa? - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribun Jogja

Apakah Batal Mencicipi Masakan Saat Berpuasa?

Rabu, 25 Juli 2012 15:13 WIB
Apakah Batal Mencicipi Masakan Saat Berpuasa?
internet
Ilustrasi
TRIBUNJOGJA.COM - Biasanya ibu-ibu memasak dengan mencicipi rasa. Apakah itu tidak mengurangi atau membatalkan puasa? Yuk simak penjelasan Hj Masyithah Umar, dosen IAIN Antasari Banjarmasin.

Masyithah membeberkan beberapa pendapat fuqaha. Pendapat Syafi'iyah menyebutkan dimaafkan bagi yang berpuasa masuk sesuatu ke perut karena lupa atau dipaksa (QS Al-Baqarah ayat 173), "... famanidhthurra ghaira baaghin walaa `aadin falaa itsma `alaihi inallaha ghafuurun rahiimun". Artinya, barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Jika perempuan sudah sering atau terbiasa memasak tentu sudah memiliki keahlian/kemampuan untuk takaran dan tidak perlu untuk dirasakan lagi.

Tapi untuk kehati-hatian terhadap hidangan, mencicipi lalu diludahkan tentu tidak mengapa (boleh). Namun jika khawatir atau sengaja mencicipi sampai masuk perut dan dapat diraskan kenikmatan (apalagi sampai kenyang) tentu akan berakibat batalnya puasa sehingga harus mengqada puasa tersebut.

Golongan Malikiyah berpendapat perempuan yang mencicipi makanan saat puasa boleh. Namun bila masuk ke perut walau tidak disengaja wajib mengqada puasanya (puasanya batal).

Golongan Hanabillah berpendapat makruh bagi yang berpuasa mencicipi makanan jika tidak diperlukan.

Pendapat golongan Hanafiyah adalah mencicipi makanan hukumnya makruh kecuali bagi juru masak (untuk hidangan orang lain) atau untuk kepentingan profesional.

Sesungguhnya Allah sangat memberikan kemudahan dan tidak memberikan kesulitan sebagaimana firmannya dalam surah Al-Baqarah ayat 185, "... yuriidullahu bikumul yusra walaa yuriid bikumul `usra..." Artinya, Allah menghendaki kemudahan bagi kamu dan tidak menghendaki kesukaran bagi kamu.(*)
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas