Kamis, 27 November 2014
Tribun Jogja
Home » Yogya » Bantul

Nanang, Penipu dan Buron Polda DIY Itu Sosok yang Santun

Minggu, 15 Juli 2012 14:14 WIB

Nanang, Penipu dan Buron Polda DIY Itu Sosok yang Santun
Facebook
Nanang Aris Munandar (25) terlapor kasus penipuan investasi bodong CV Bina Mitra Barokah ditetapkan menjadi buron Polda DIY
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA
- Jimat (58) sama sekali tak menyangka jika sosok majikan yang selama delapan bulan ia kenal ternyata seorang penipu ulung yang melarikan uang ratusan miliar milik ribuan nasabahnya. Terlebih selama itu pula, majikannya itu kerap berperilaku sopan dan santun serta jarang memperlihatkan perilaku yang mencurigakan.

"Orangnya baik dan sopan, malah sering pakai bahasa jawa halus juga," ujar sopir dari Nanang Aris Munandar, buronan Polda DIY untuk kasus penipuan berkedok investasi saham berjangka forex yang melibatkan CV Bina Mitra Barokah (CV BMB) ini.

Jimat merupakan warga sekitar yang dipekerjakan Nanang sebagai driver dan sebagai penjaga kios yang dijadikan kantor CV BMB yang berada di Jalan Parangtritis KM 10, Gabusan, Bantul. Kini, di lokasi kantor tersebut, tampak dari kejauhan papan nama CV Bina Mitra Barokah berwarna hijau masih jelas terbaca. Tak ada aktivitas yang terlihat sama sekali, dan pintunya juga terkunci rapat.

Pria yang beralamat di Gabusan Timbulharjo, Sewon, Bantul ini menuturkan, awalnya ia sebenarnya bekerja sebagai penjual angkringan sejak tahun 2003 di sekitar kantor investasi tersebut. Selama bekerja, Jimat memeroleh gaji sebesar Rp 300 ribu per bulannya. Selain bertugas menjaga kantor, ia juga kerap bertugas untuk mengantarkan para nasabah yang berasal dari luar kota.

"Tugas saya dulu hanya sebatas mengantar jemput tamu Mas Nanang. Selebihnya saya tidak tahu menahu," ujarnya, ketika ditemui Tribun Jogja beberapa waktu yang lalu.

Adapun menurut Jimat, sosok Nanang merupakan orang yang berperilaku baik. Pun demikian halnya dengan kedua orangtuanya yang sama - sama santun. Oleh karena itu, ia sangat terkejut ketika mulai mencuatnya kasus penipuan yang melibatkan mantan majikannya itu. "Saya juga sering ke rumahnya. Kedua orang tuanya juga tak menyangka Mas Nanang akan seperti ini. Keluarganya ya orang yang cukup," ujar Jimat.

Kini setelah semuanya jelas, Jimat hanya berharap supaya Nanang segera menyerahkan diri kepada polisi. Dirinya bahkan siap bila suatu saat harus bersaksi. "Saya malah kasihan, dan hanya pesan supaya Mas Nanang tak menipu lagi dan segera menyerahkan diri," tandasnya. (*)
Penulis: yud

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas