A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Beli Elang Bido untuk Diserahkan ke Taman Satwa - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribun Jogja

Beli Elang Bido untuk Diserahkan ke Taman Satwa

Rabu, 11 Juli 2012 22:50 WIB
Beli Elang Bido untuk Diserahkan ke Taman Satwa
TRIBUNJOGJA.COM/HARY SUMAYANTI
Arif menyerahkan Elang Bido ke Taman Satwa Yogyakarta
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hary Susmayanti

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO --
Prihatin dengan perdagangan satwa dilindungi, Arif Rohmatullah (20) rela membeli anak elang jenis Elang Ular Bido (Spirolnis Cheela) dari salah satu forum yang terdapat di media internet.

Anak elang yang berumur sekitar dua bulan tersebut kemudian dipeliharanya hingga berusia lebih kurang delapan bulan.

Ia memelihara anak elang tersebut bukan untuk dijadikan hewan peliharaan, namun suatu saat nanti dirinya ingin mengembalikan satwa yang dilindungi tersebut kembali kealam.

Namun karena keterbatasan pengetahuan dalam melatih elang, akhirnya ia memilih menyerahkannya ke Taman Satwa Yogyakarta. Rabu(11/7) siang, warga Desa Pulosari, Kecamatan Kebak Keramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini rela menempuh ratusan kilometer untuk menyerahkannya kepada yayasan yang fokus dalam perlindungan satwa di Yogyakarta.

“Saya prihatin dengan maraknya jual-beli satwa dilindungi dalam forum di internet. Saat itu saya membeli anak elang tersebut seharga sekitar Rp 500 ribu. Saya ingin mengembalikan elang tersebut ke alam liar,’katanya saat ditemui di Taman Satwa Yogyakarta.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya Malang ini mengaku tindakannya membeli elang di salah satu forum di internet tersebut merupakan salah satu upaya dalam menggalakkan gerakan stop perdagangan satwa liar yang dilindungi.

Melalui tindakan nyata ini dirinya ingin menyadarkan kepada para pelaku perdagangan liar hewan yang dilindungi sehingga tidak lagi mengulanginya.

Perdagangan satwa dilindungi menurut Arif masih marak dilakukan oleh masyarakat. Banyak orang yang menawarkan satwa-satwa dilindungi melalui internet. 

Himbauan dari pemerintah untuk menghentikan jula-beli satwa liar tidak dihiraukan oleh masyarakat. Masih banyak perdagangan satwa baik melalui forum di internet maupun di pasar-pasar burung di beberapa daerah. Bahkan saat dirinya pulang ke Karanganyar dan berkunjung ke pasar hewan, masih ada burung-burung langka yang dijual.

“Saat saya pulang ke Karanganyar, saya sempat berkunjung ke pasar burung dan melihat masih ada satwa langka yang diperjualbelikan,’”ujarnya.

Arif menuturkan, selama ini dirinya juga sudah mencoba untuk mensosialisasikan mengenai gerakan stop perdagangan satwa liar kepada rekan-rekan kuliahnya di Malang.

Dirinya berharap melalui kampanye yang dilakukannya tersebut bisa gerakan stop perdagangan satwa liar bisa dimulai oleh kalangan muda sehingga nantinya tidak ada lagi satwa-satwa liar yang diperjualbelikan.

Ditanya mengenai pilihannya untuk menyerahkan elang bido ke Taman Satwa Yogyakarta, Arif mengatakan kalau dirinya yakin yayasan yang konsen dalam perlindungan satwa liat tersebut bisa merawat dan mengembalikan elang yang dipeliharanya ke alam liar.

Sepengatahuannya, Taman satwa Yogyakarta ini telah beberapa kali merelease elang ke alam. Bahkan dari informasi yang didapatkannya, ada elang yang diserahkan oleh Suaka Alam Jawa barat ke Taman Satwa Yogyakarta.

Saya mengetahui tempat ini dari internet. Awalnya saya berencana untuk menyerahkannya ke Suaka Alam Jawa barat namun mereka malah menyerahkannya ke Taman Satwa Yogyakarta. Akhirnya elang ini saya serahkan ke Taman satwa Yogyakarta ini,”tuturnya.

Humas Taman Satwa Yogyakarta, Rosalia Setiawati mengatakan, setelah elang diserahkan oleh pemiliknya, petugas langsung memindahkannya ke kandang karantina. Elang yang diserahkan ini kondisinya cukup sehat namun usianya masih cukup muda karena belum mengalami moulting atau proses ganti bulu dewasa.

“Usia elangnya sekitar delapan bulan. Kami akan melakukan pemeriksaan medis setelah kondisinya tenang,’katanya.

Rosa menjelaskan, elang bido yang diserahkan  oleh Arif ini merupakan yang kelima kalinya pada 2012 ini. Sebelumnya ada beberapa warga yang juga menyerahkan reptile dan elang ke Taman Satwa Yogyakarta.

Elang yang diserahkan ke Taman Satwa Yogyakarta ini selanjutnya akan dirawat dan dilatih untuk hidup seprti di alam liar. Setelah siap, hewan-hewan tersebut akan dikembalikan ke alam liar.(*)
Penulis: has
Editor: iwe
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas