Senin, 30 Maret 2015

Komunitas Surfing Memecah Ombak Pantai Parangtritis

Sabtu, 7 Juli 2012 08:08 WIB

Komunitas Surfing Memecah Ombak Pantai Parangtritis
foto : Dok Pri
Selancar di Parangtritis

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL  - Siapa yang tak kenal pantai Parangtritis Jogja, dari mitos seputar Nyi Roro Kidul hingga keganasan ombak besarnya. Hampir setiap tahun ombak besar pantai ini memakan puluhan korban jiwa karena terseret kedalam palung lautnya.

Ombak besar pantai ini tak pernah lepas dari cerita mistis seputar penunggu laut selatan. Namun sekelompok anak muda setempat pelan-pelan mulai menggeser paradigma tersebut. Mereka sejenak menyingkirkan kesakralan pantai selatan dan berusaha bersahabat dengan ombaknya.

Pagi itu kira-kira pukul 08.00 WIB, Pariyanta alias Pesek (27) bersama belasan anak pantai lain diantaranya Danang,Viki, Bima, Fajar, Kuntiling, serta Dadang mengenakan celana pendek khusus surfing bertelanjang dada, menenteng papan surfing siap menaklukkan ombak, setelah sebelumnya melakukan warming up dengan berlari kecil dan sit up.

Bagi mereka, ombak besar 4-5 meter pagi itu bukanlah hal yang berbahaya, melainkan sebuah rejeki karena hasrat menaiki papan surfing di atas ombak tersebut sudah terpendam beberapa waktu lalu karena ombak masih kecil.

Benar saja, sejurus kemudian beberapa di antara mereka berhasil berselancar di atas ombak yang sedari tadi bergulung-gulung ke arah bibir pantai. Terlihat Pesek begitu piawai menyusuri tiap kelok arah ombak dengan papan selancar warna putihnya.

Maklum sejak tahun 2005 lalu, Peseklah yang mengawali olahraga air ini di pantai Parangtritis. Di sela
tugas utamanya sebagai salah satu Tim SAR, ia mulai berlatih.

"Awalnya saya hanya sendiri berlatih dengan papan selancar seadanya tahun 2005. Hingga lama-kelamaan mulai tahun 2008 banyak yang berminat hingga sekarang ini. Sekarang pengen menekuni secara profesional," tuturnya pada Tribun usai berlatih, Jumat (6/7) pagi.

Halaman123
Penulis: yud
Editor: tea
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas