A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Ki Entus Ceramah di Festival Lima Gunung - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Jogja

Ki Entus Ceramah di Festival Lima Gunung

Kamis, 5 Juli 2012 21:31 WIB
Ki Entus Ceramah di Festival Lima Gunung
TRIBUNJOGJA.COM/M NUR HUDA
Ki Entus Susmono menyampaikan ceramah budaya di hadapan ratusan penduduk gunung Merbabu di Dusun Gejayan, Banyusidi, Pakis, Kabupaten Magelang, dalam pembukaan Festival Lima Gunung Bagian Dua ke XI, Rabu (4/7).
RATUSAN warga mulai anak-anak, pemuda, hingga dewasa nampak duduk bersila beralaskan tikar di sepanjang jalan di sebuah dusun di kawasan gunung Merbabu. Dengan seksama mereka menyimak ceramah dan orasi budaya yang disampaikan oleh Dalang Ki Entus Susmono dan KH Yusuf Chudlori (pengasuh API Tegalrejo), serta Presiden Komunitas Lima Gunung (KLG) Sutanto, dalam pembukaan Festival Lima Gunung (FLG) Bagian Dua ke XI tahun 2012.

Festival seni budaya kedua dari para seniman Magelang ini digelar di Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, mulai 4 – 15 Juli. Memasuki dusun yang jauh dari hiruk pikuk urban ini, instalasi yang terbuat dari berbagai tanaman (tanpa spanduk) khas karya seniman KLG begitu mencolok seolah sedang digelar pesta besar.

Masyarakat setempat yang mayoritas berprofesi sebagai petani ini, terlihat sangat menikmati rangkaian acara yang dikemas tanpa ada kesan formal itu. Walaupun ceramah budaya yang disampaikan Ki Entus Susmono dan KH Yusuf Chudlori cukup singkat, masyarakat terlihat menikmati ‘dagelan bermakna’ ala Ki Entus hingga akhir acara.

Selain pembukaan, dalam 12 hari ke depan di kawasan ini akan digelar berbagai pentas kesenian, budaya, sastra, ritual keselamatan, dan lain-lain dari berbagai komunitas seni. Juga berbagai penampilan seni dari beberapa perguruan tinggi antaralain Tarian Kandagan dan Srimpi oleh UNY, Tarian Gambyong Jreng oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES), Tarian Bajidor Kahot dan Karya Tari Sikil Papat oleh ISI Surakarta.

Kemudian untuk sarasehan sastra, menghadirkan Safitri Widagdo, Eva Pitaloka, dan Dorothea Rossa. Dan pada Jum’at, (13/7) mendatang, cerpenis Bre Redana juga akan melaunching buku terbarunya berjudul “65” di dusun ini.

Ketua KLG, Supadi Haryono menuturkan, FLG bagian dua di Gejayan ini sengaja dikemas sedemikian rupa untuk mengangkat nilai nurani masyarakat gunung. “Memang secara umum mungkin sulit dipahami, tapi secara internal bagi kalangan KLG sendiri sebenarnya pesan yang ingin disampaikan adalah betapa kayanya daerah di sekitar gunung terutama di desa-desa. Padahal hanyalah sebagai petani, tapi juga bisa dan mau mengembangkan dan melanggengkan kesenian melalui festival ini,” jelasnya.

Kades Banyusidi, selaku tuan rumah yang juga anggota KLG, Hariyadi mengaku bangga desanya dipilih sebagai tempat pesta seni tahun ini oleh KLG. Ia beserta warganya, telah mempersiapkan berbagai kebutuhannya selama satu bulan yakni sejak 3 Juni lalu.

“Kita sangat bangga. Pesan kebersamaan sangat kita rasakan di sini. Rasa sukarela saling membantu antar sesama antar warga juga sangat nyata,” ungkapnya.

Dalam pembukaan ini, juga digelar pameran foto karya jurnalis foto, Anis Efizudin, berjudul Bingkai Seni Dusun. Sebanyak 40 foto tersebut merupakan foto-foto yang bercerita tentang kegiatan seni budaya yang dilakukan oleh seniman petani KLG selama enam tahun terakhir.

Intensitas KLG berkesenian itu sebagai bagian dari gerakan kebudayaan dari tingkat lokal dan mengeksplorasi kearifan dusun. Foto-foto tersebut antaralain kesenian Sintren yang dipentaskan oleh Dalang Wayang Suket Slamet Gundono merupakan foto paling lama yaitu diabadikan tahun 2006 pada Festival Lima Gunung (FLG) V.

Foto tentang ritual Sadranan Mantran dan Sungkem Tlompak yang rutin dilaksanakan warga dusun. Foto pementasan KLG dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa seperti pentas Boneka Pemilu dan Sandal Gunung.

"Saya ingin mempersembahkan karya foto saya kepada masyarakat seniman petani dusun yang selama ini menjadi objek bidikan kamera saya, yang tentu saja banyak dari mereka tidak pernah melihat hasilnya" kata Anis.

Selain pernah berpameran foto di berbagai tempat, setidaknya Anis telah beberapa kali berpameran foto bertepatan ajang FLG bersama pewarta foto lain di Magelang. Namun untuk pameran tunggal, baru kali ini dilakoninya atas kepercayaan sejumlah tokoh KLG untuk menyemarakkan FLG tahun ini. (M Nur Huda)

 
Penulis: had
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas