Selasa, 3 Maret 2015

Ki Entus Ceramah di Festival Lima Gunung

Kamis, 5 Juli 2012 21:31 WIB

Ki Entus Ceramah di Festival Lima Gunung
TRIBUNJOGJA.COM/M NUR HUDA
Ki Entus Susmono menyampaikan ceramah budaya di hadapan ratusan penduduk gunung Merbabu di Dusun Gejayan, Banyusidi, Pakis, Kabupaten Magelang, dalam pembukaan Festival Lima Gunung Bagian Dua ke XI, Rabu (4/7).

Festival seni budaya kedua dari para seniman Magelang ini digelar di Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, mulai 4 – 15 Juli. Memasuki dusun yang jauh dari hiruk pikuk urban ini, instalasi yang terbuat dari berbagai tanaman (tanpa spanduk) khas karya seniman KLG begitu mencolok seolah sedang digelar pesta besar.

Masyarakat setempat yang mayoritas berprofesi sebagai petani ini, terlihat sangat menikmati rangkaian acara yang dikemas tanpa ada kesan formal itu. Walaupun ceramah budaya yang disampaikan Ki Entus Susmono dan KH Yusuf Chudlori cukup singkat, masyarakat terlihat menikmati ‘dagelan bermakna’ ala Ki Entus hingga akhir acara.

Selain pembukaan, dalam 12 hari ke depan di kawasan ini akan digelar berbagai pentas kesenian, budaya, sastra, ritual keselamatan, dan lain-lain dari berbagai komunitas seni. Juga berbagai penampilan seni dari beberapa perguruan tinggi antaralain Tarian Kandagan dan Srimpi oleh UNY, Tarian Gambyong Jreng oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES), Tarian Bajidor Kahot dan Karya Tari Sikil Papat oleh ISI Surakarta.

Kemudian untuk sarasehan sastra, menghadirkan Safitri Widagdo, Eva Pitaloka, dan Dorothea Rossa. Dan pada Jum’at, (13/7) mendatang, cerpenis Bre Redana juga akan melaunching buku terbarunya berjudul “65” di dusun ini.

Ketua KLG, Supadi Haryono menuturkan, FLG bagian dua di Gejayan ini sengaja dikemas sedemikian rupa untuk mengangkat nilai nurani masyarakat gunung. “Memang secara umum mungkin sulit dipahami, tapi secara internal bagi kalangan KLG sendiri sebenarnya pesan yang ingin disampaikan adalah betapa kayanya daerah di sekitar gunung terutama di desa-desa. Padahal hanyalah sebagai petani, tapi juga bisa dan mau mengembangkan dan melanggengkan kesenian melalui festival ini,” jelasnya.

Kades Banyusidi, selaku tuan rumah yang juga anggota KLG, Hariyadi mengaku bangga desanya dipilih sebagai tempat pesta seni tahun ini oleh KLG. Ia beserta warganya, telah mempersiapkan berbagai kebutuhannya selama satu bulan yakni sejak 3 Juni lalu.

“Kita sangat bangga. Pesan kebersamaan sangat kita rasakan di sini. Rasa sukarela saling membantu antar sesama antar warga juga sangat nyata,” ungkapnya.

Halaman12
Penulis: had
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas