• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Jogja

Di Undip, Uang Gedung Terendah Hanya Rp 5 juta

Kamis, 21 Juni 2012 09:43 WIB
Di Undip, Uang Gedung Terendah Hanya Rp 5 juta
Foto : Internet
Universitas Diponegoro
Laporan Reporter Tribun Jogja, Bakti Buwono

TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG
- Di Semarang,  biaya kuliah di Universitas Diponegoro (Undip) menunda penerapan UKT, karena belum mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti). Berdasarakan keputusna Rektor Undip, Prof Sudharto P Hadi, Nomor 165/SK/UN7/2011 tentang biaya kuliah, mahasiswa Kedokteran tahun akademik 2012/2013 masih menempati ranking pertama untuk besaran biaya.

Bagi mahasiswa kedokteran yang diterima melalui jalur Undangan Prestasi Akademik dan Ujian Tulis SNMPTN, selain dikenakan biaya SPP per semester Rp 750 ribu, uang praktikum (PRKP) Rp 1,75 juta per semester, masih juga dikenai Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) Rp 2,25 juta dan uang gedung (SPMP) 25,000,000 yang dibayarkan saat masuk dengan mekanisme tertentu.

Di Undip, uang gedung terendah hanya Rp 5 juta, dikenakan pada mahaiswa baru FISIP, Fakultas Ilmu Budaya dan  Fakultas Peternakan dan Pertanian. Sedangkan untuk Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) dan SPP, nilainya sama di semua jurusan.

Beberapa hari lalu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Bambang PS Brodjonegoro di depan Badan Anggaran DPR RI mengatakan, pemerintah akan menerapkan sistem uang kuliah tunggal (UKT) bagi PTN mulai tahun anggaran 2013. "Kalau sebelumnya ada uang masuk, uang buku, uang masuk dan lain lain. Sekarang semua dijadikan UKT," katanya. Dia menambahkan tahun depan pemerintah akan menyediakan bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) untuk menunjang pelaksaan kegiatan belajar mengajar di PTN.

Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti)  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Djoko Santoso mengatakan, Besaran UKT, lanjutnya, akan beragam untuk masing-masing PTN, tergantung pada biaya yang dibutuhkan untuk menggelar tiap program studi dan lokasi perguruan tinggi.  Djoko memaparkan besaran BOPTN masih dikaji Kemendikbud dan baru akan diajukan pada Agustus tahun ini. (tribunjogja.com)
Penulis: bbb
Editor: tea
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas