• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 24 September 2014
Tribun Jogja

Pedagang Pasar Magelang Adukan Masalah ke Ombudsman

Selasa, 19 Juni 2012 18:34 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM,YOGYA
- Sejumlah pedagang di Pasar Gotong Royong Kota Magelang mendatangi Kantor Ombudsman RI (ORI) DIY-Jateng, Selasa (19/6/2012) siang. Para pemilik kios meminta mediasi ORI terkait penyelesaian masalah pembuatan sertifikat hak milik (HM) atas kios yang mereka beli. Sampai sekarang, mereka belum mendapat rekomendasi dari pemkot setempat.

Hal itu disinyalir karena perusahaan pengembang pasar, PT Yoga Guna Sakti, belum menyelesaikan kewajibannya, semisal pengurusan ijin mendirikan bangunan (IMB). Di satu sisi, pihak pengembang justru menyatakan telah memenuhi semua kewajibannya.

Dalam audiensi dengan pihak ORI, seorang pedagang, Wahyudi, menyatakan telah membeli dua unit kios di pasar itu pada November 2010, dan mendapat nomor hak guna bangunan. Setelah itu, pedagang hendak mengurus kembali untuk mendapat status HM. Namun pemkot tidak memberi rekomendasi dengan alasan pengembang belum memenuhi kewajibannya.

Pedagang dalam surat ditujukan kepada ORI juga menyampaikan pada saat yang sama sebanyak 95 pedagang mendapat rekomendasi penerbitan sertifikat HM tersebut. Sebab itu Wahyudi heran mengapa dia dan 95 pedagang lainnya belum mendapatkannya.

Asisten ORI Joko susilo mengatakan, dalam waktu dekat akan melakukan upaya mediasi antara pedagang, pengembang dan pemkot. Saat ini pihaknya masih mendalami permasalahan itu. Sementara, Direktur PT Yoga Guna Sakti, Anwar dikonfirmasi menyatakan, telah menyelesaikan semua kewajibannya, termasuk urusan IMB. Dia mengaku siap dipanggil untuk menyelesaikan masalah itu. (*)
Penulis: ose
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
45166 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas