Nanda Wahyu Ambisi Masuk Tim Inti PSS Sleman
Tribun Jogja - Kamis, 14 Juni 2012 14:20 WIB
Foto : Internet
Nanda Wahyu Dadari Nasution
Berita Terkait
- Bayern Vs Dortmund dalam Statistik
- Rafael Benitez Akan Melatih Napoli
- Pemain PSIM: Kapan Gajian?
- Laga Tandang di Stadion Sultan Agung Untungkan Persiba
- Lewandowski Pernah Ditolak AS Roma
- Mourinho Akan Dibekali Abramovich Rp 1,4 Triliun
- Ini Alasan Persebaya IPL Dibubarkan
- Tim Barcelona Akan Kunjungi Palestina dan Israel
- Gareth Bale Cocok untuk Real Madrid
- Persebaya LPI Membubarkan Diri
Laporan Reporter Tribun Jogja, Putut Ami Luhur
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tetap menjaga kondisi dengan jogging dan berlatih passing dengan adik lelakinya, di lapangan Getas, tidak jauh dari rumahnya, Nanda Wahyu Dadari Nasution, berambisi masuk dalam tim inti PSS Sleman.
Tekad Nanda agar bisa mengisi line up bukan sebagai pemain cadangan, pada musim depan jika dipertahankan manajemen tim berjuluk Elang Jawa, sudah bulat.
Tiga musim berturut-turut membela tim kebanggaan publik Sleman, ia belum pernah dimasukkan pelatih sebagai starting winning eleven menghadapi lawan-lawan dalam satu musim penuh.
"Pada musim ini, hanya beberapa kali diturunkan penuh dari awal babak pertama. Saat Piala Indonesia melawan Persis Solo di Manahan, lalu lawan PPSM KN Magelang, " ujar pemain yang mengaku harus ditarik keluar lapangan saat menghadapi Persepar Palangkaraya karena pemain belakang Yus Arfandi dikartu merah oleh wasit, pada laga terakhir, kepada Tribun Jogja, Kamis (14/6/2012).
Selebihnya mantan punggawa PSS Sleman U-18, itu, lebih sering duduk di bench pemain cadangan dan hanya bisa menyaksikan rekan-rekannya berjibaku di lapangan.
Nanda, menceritakan saat awal bergabung dengan tim senior, pernah masuk dalam daftar 11 pemain inti tapi karena belum siap mentalnya lalu ditarik setelah mencicipi bermain dengan pemain-pemain profesional selama 30 menit.
Selebihnya pemilik nomor punggung 7, itu, lebih sering di pinggir lapangan dan kesempatan baru muncul ketika Pelatih Yance Medmey diganti asistennya, Sing Betay, lalu ia dipertahankan untuk musim berikutnya.
Musim berikutnya, ketika ditangani M Basri, pemain asli binaan Sleman, itu, selalu masuk line up meski hanya berposisi sebagai cadangan.
"Musim ini lebih baik, dibandingkan musim-musim sebelumnya baik dari segi permainan maupun kesempatan yang lebih banyak diberikan kepada pemain muda," tutur Nanda yang lama bermain futsal, bersama Pemain PSIM, Topas Pamungkas dan pemain timnas futsal Afif Tamimi.
Terkadang pemain berpostur ramping, ini, bermain futsal dengan rekan-rekannya dan baginya yang penting bisa mengeluarkan keringat serta menjaga kondisinya.
Ia mengaku, sampai saat ini belum tahu rencananya ke depan dan akan mengikuti alur ke mana akan mengarah serta masih menunggu kabar dari manajemen Elang Jawa. (*)
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tetap menjaga kondisi dengan jogging dan berlatih passing dengan adik lelakinya, di lapangan Getas, tidak jauh dari rumahnya, Nanda Wahyu Dadari Nasution, berambisi masuk dalam tim inti PSS Sleman.
Tekad Nanda agar bisa mengisi line up bukan sebagai pemain cadangan, pada musim depan jika dipertahankan manajemen tim berjuluk Elang Jawa, sudah bulat.
Tiga musim berturut-turut membela tim kebanggaan publik Sleman, ia belum pernah dimasukkan pelatih sebagai starting winning eleven menghadapi lawan-lawan dalam satu musim penuh.
"Pada musim ini, hanya beberapa kali diturunkan penuh dari awal babak pertama. Saat Piala Indonesia melawan Persis Solo di Manahan, lalu lawan PPSM KN Magelang, " ujar pemain yang mengaku harus ditarik keluar lapangan saat menghadapi Persepar Palangkaraya karena pemain belakang Yus Arfandi dikartu merah oleh wasit, pada laga terakhir, kepada Tribun Jogja, Kamis (14/6/2012).
Selebihnya mantan punggawa PSS Sleman U-18, itu, lebih sering duduk di bench pemain cadangan dan hanya bisa menyaksikan rekan-rekannya berjibaku di lapangan.
Nanda, menceritakan saat awal bergabung dengan tim senior, pernah masuk dalam daftar 11 pemain inti tapi karena belum siap mentalnya lalu ditarik setelah mencicipi bermain dengan pemain-pemain profesional selama 30 menit.
Selebihnya pemilik nomor punggung 7, itu, lebih sering di pinggir lapangan dan kesempatan baru muncul ketika Pelatih Yance Medmey diganti asistennya, Sing Betay, lalu ia dipertahankan untuk musim berikutnya.
Musim berikutnya, ketika ditangani M Basri, pemain asli binaan Sleman, itu, selalu masuk line up meski hanya berposisi sebagai cadangan.
"Musim ini lebih baik, dibandingkan musim-musim sebelumnya baik dari segi permainan maupun kesempatan yang lebih banyak diberikan kepada pemain muda," tutur Nanda yang lama bermain futsal, bersama Pemain PSIM, Topas Pamungkas dan pemain timnas futsal Afif Tamimi.
Terkadang pemain berpostur ramping, ini, bermain futsal dengan rekan-rekannya dan baginya yang penting bisa mengeluarkan keringat serta menjaga kondisinya.
Ia mengaku, sampai saat ini belum tahu rencananya ke depan dan akan mengikuti alur ke mana akan mengarah serta masih menunggu kabar dari manajemen Elang Jawa. (*)
Penulis : Puthut Ami Luhur || Editor : Theresia Tuti Andayani
Ikuti Tribunjogja.com melalui sosial media twitter @tribunjogja
Populer
Lainnya








