Rabu, 26 November 2014
Tribun Jogja
Home » Jawa

Taksiran Ganti Rugi Tol Juga Hitung Nilai Pohon

Minggu, 10 Juni 2012 10:18 WIB


Laporan Reporter Tribun Jogja, Ade Rizal

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO
- Pemerintah menjamin besaran kompensasi kepada pemilik tanah terkena Proyek Jalan Tol, akan  pantas. Pemerintah tidak mencoba mencurangi. Karena itulah tim penaksir diterjunkan ke lapangan agar taksiran bisa dilakukan secara detail. Bahkan, tim penaksir melakukan penghitungan nilai ekonomis tanaman yang tumbuh di atasnya. "Pohon tanaman keras dan pohon produktif dihitung nilainya sebagai kompensasi pembebasan lahan," kata Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setda Kota Solo, Agustaf Sriwaryanto, Minggu (10/06/2012).

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengisyaratkan menutup ruang negosiasi dengan warga Kadipiro, Jebres terkait besaran ganti rugi pembebasan lahan untuk proyek jalan tol Solo - Kertosono. Proyek Jalan Tol Solo-Kertosono interchain Kartasura-Kebakkramat membutuhkan 2,3 hektare lahan di wilayah Kelurahan Kadipiro, Jebres. Pemerintah menargetkan proses pembebasan lahan tersebut selesai tahun ini.

Sejauh ini tim dari Pemkot, Kementrian Pekerjaan Umum (KemenPU) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) masih melakukan pemetaan lokasi dan fokus pada lahan terkena proyek. Pemetaan dilakukan karena bisa jadi lahan milik warga calon penerima kompensasi tidak seluruhnya dipakai proyek tol. Meski demikian, pemerintah memutuskan membeli sisa lahan tersebut. "Tim memetakan yang teriris mana? Misalnya satu lahan HM hanya terkena sebagian, maka untuk kelebihannya juga dibeli dan dihargai sama," terangnya. (*)
Editor: tea

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas