Senin, 24 November 2014
Tribun Jogja
Home » Jawa

Hangabehi-Tedjowulan Semedi di Parangkusumo

Minggu, 27 Mei 2012 09:56 WIB

Hangabehi-Tedjowulan Semedi di Parangkusumo
TRIBUNJOGJA.COM/IQROB DIDIK IRAWAN
Hangabehi (duduk) dan Tedjowulan (berdiri jas hitam) saat tertahan di Korikamandoengan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ade Rizal

TRIBUNJOGJA.COM,  SOLO
- Raja Keraton Kasunanan Surakarta dan Maha Patih-nya diam-diam bersemedi di Pantai Parangkusumo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Laku ritual itu dilakukan saat ia secara tiba-tiba meninggalkan Keraton Solo, Jumat (25/5/2012).
Siang harinya, Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwana (PB) XIII Hangabehi bersama Maha Patih Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung Tedjowulan, sempat tidak bisa masuk ke keraton, karena tiga pintu utama digembok. Mereka baru bisa masuk, setelah melalui pintu samping.

Saat berhasil menembus tempat kediamannya, Hangabehi dan Tedjowulan tidak bisa masuk ke sejumlah ruang lain, termasuk tempat singgasanannya. Diam-diam, malam itu mereka meninggalkan keraton, dengan alasan agar tidak terjadi keributan lebih lanjut.
Namun, bukannya dwi-tunggal itu pindah ke rumah atau hotel yang lebih aman, tapi memilih untuk bersemedi di Pantai Parangkusumo. Hal ini disampaikan oleh juru bicara Dwi Tunggal Keraton Kasunanan Surakarta, Bambang Ary Wibowo, Sabtu (26/5/2012).
Menurut Bambang, dalam situasi keraton yang masih belum menentu, raja ingin menenangkan pikirannya dan memohon petunjuk kepada Yang Maha Kuasa untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di kerajaannya.

Tanpa diketahui banyak orang, PBXIII Sinuhun Hangabehi, Maha Patih Tedjowulan disertai sejumlah pengikutnya bertolak ke Parangkusumo dengan mengendarai mobil. Raja ke luar dari kompleks keraton melalui pintu Sasana Putra yang terletak di sebelah barat bangunan utama keraton.
"Sampai di Pantai Parangkusumo, Sinuhun langsung melakukan ritual semedi," katanya.
Dijelaskan Bambang, rombongan bertolak dari Keraton Kasunanan Surakarta sekitar pukul 21.00 WIB dengan menggunakan 4 mobil. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci prosesi semedi yang dijalani oleh PBXIII Hangabehi bersama Tedjowulan. "Intinya, tujuannya agar situasi konflik di keraton segera membaik," katanya.
Bambang menambahkan, melalui ritual semedi yang dilakoni, Sinuhun juga berharap proses pemecahan masalah di kalangan kerabat keraton bisa berjalan dengan baik tanpa adanya kekerasan.

Pantai Parangkusumo memang dikenal menjadi tempat bersemedi raja-raja Kerajaan Mataram. Pantai ini juga dipercaya sebagai tempat berdiamnya Ratu Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul berdasarkan kepercayaan Jawa.
Setelah melakukan semedi, lanjut dia, Hangabehi, Tedjowulan dan rombongan pengiringnya langsung kembali ke Solo dan masuk ke dalam keraton. "Sinuhun langsung masuk kembali ke Sasana Putra," tambahnya.
Sampai saat ini, keduanya masih berada di Sasana Putra dan belum bisa masuk ke dalam kompleks utama keraton. (*)
Editor: tea

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas