• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribun Jogja

Apa Itu Penyakit Hidrokel?

Minggu, 27 Mei 2012 17:16 WIB
TRIBUN yang baik, saya mau bertanya. Apakah hidrokel sejak lahir harus dioperasi? Hingga kini, usia hidrokel sudah empat tahun. Maksimal, umur berapa hidrokel harus dioperasi? Apa akibat dan penyebab penyakit ini? Terima kasih.

+6281903791xxx

Jawaban : Hidrokel (hydroceles) adalah penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis. Dalam keadaan normal, cairan yang berada di dalam rongga tersebut memang ada dan berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya.

Hidrokel yang terjadi pada bayi baru lahir dapat disebabkan karena:

1. Belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis sehingga terjadi aliran cairan peritoneum ke prosesus vaginalis (hidrokel komunikans).
2. Belum sempurnanya sistem limfatik di daerah skrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel.

Pada orang dewasa, hidrokel dapat terjadi secara idiopatik (primer) dan sekunder. Penyebab sekunder terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan di kantong hidrokel. Kelainan pada testis tersebut, mungkin adanya tumor, infeksi, atau trauma pada testis/epididimis.

Gambaran klinisnya, pasien mengeluh adanya benjolan di kantong skrotum yang tidak nyeri. Pada pemeriksaan fisis, didapatkan adanya benjolan di kantong skrotum dengan konsistensi kistus, dan pada pemeriksaan penerawangan, menunjukkan adanya transiluminasi. Pada hidrokel yang terinfeksi atau kulit skrotum yang sangat tebal, kadang-kadang sulit melakukan pemeriksaan ini, sehingga harus dibantu dengan pemeriksaan ultrasonografi.

Menurut letak kantong hidrokel terhadap testis, secara klinis dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu hidrokel testis, hidrokel funikulus, dan hidrokel komunikan. Pembagian ini penting, karena berhubungan dengan metode operasi yang akan dilakukan pada saat melakukan koreksi hidrokel.

Pada hidrokel testis, kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis sehingga tidak dapat diraba. Pada anamnesis, besarnya kantong hidrokel tidak berubah sepanjang hari.

Pada hidrokel funikulus, kantong hidrokel berada di funikulus, yakni di sebelah kranial dari testis, sehingga pada palpasi, testis dapat diraba dan berada di luar kantong hidrokel. Pada anamnesis, kantong hidrokel besarnya tetap sepanjang hari.

Pada hidrokel komunikan, terdapat hubungan antara prosesus vaginalis dengan rongga peritoneum, sehingga prosesus vaginalis dapat terisi cairan peritoneum. Pada anamnesis, kantong hidrokel besarnya dapat berubah-ubah, yaitu bertambah besar pada saat anak menangis. Pada palpasi, kantong hidrokel terpisah dari testis dan dapat dimasukkan ke dalam rongga abdomen.

Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia satu tahun, dengan harapan setelah prosesus vaginalis menutup, hidrokel akan sembuh sendiri. Tetapi, jika hidrokel masih tetap ada atau bertambah besar, perlu dilakukan koreksi. Tindakan untuk mengatasi cairan hidrokel adalah dengan aspirasi dan operasi. Aspirasi cairan hidrokel tidak dianjurkan. Sebab, selain angka kekambuhannya tinggi, kadangkala dapat menimbulkan penyulit berupa infeksi.

Beberapa indikasi untuk melakukan operasi pada hidrokel adalah:

1. Hidrokel yang besar sehingga dapat menekan pembuluh darah.
2. Indikasi kosmetik.
3. Hidrokel permagna yang dirasakan terlalu berat dan mengganggu pasien dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Pada hidrokel kongenital, dilakukan pendekatan inguinal karena seringkali hidrokel ini disertai dengan hernia inguinalis sehingga pada saat operasi hidrokel sekaligus melakukan herniorafi. Pada hidrokel testis dewasa, dilakukan pendekatan skrotal dengan melakukan eksisi dan marsupialisasi kantong hidrokel sesuai cara Winkelman atau plikasi kantong hidrokel sesuai cara Lord. Sementara pada hidrokel funikulus, dilakukan ekstirpasi hidrokel secara totok.

Jika dibiarkan, hidrokel yang cukup besar mudah mengalami trauma dan hidrokel permagna bisa menekan pembuluh darah yang menuju ke testis. Akibatnya, akan timbul atrofi testis.

Sebaiknya, Anda segera konsultasi ke dokter untuk mengetahui, penanganan apa yang perlu dilakukan terkait hidrokel tersebut. (igy)

Poliklinik Bedah RSUP dr Sardjito
Penulis: igy
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
42704 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas