Sabtu, 29 November 2014
Tribun Jogja

Mbah Lim, Kiai Nyentrik NU Ini Tutup Usia

Kamis, 24 Mei 2012 11:18 WIB

Mbah Lim, Kiai Nyentrik NU Ini Tutup Usia
foto : Internet
Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Pon-pes Al Muttaqien Pancasila Sakti, KH Muslim Rifa’i


TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN -
Inalillahi Wa Inaillaihi Roji'un. Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Pon-pes Al Muttaqien Pancasila Sakti, KH Muslim Rifa’i Imampuro, yang akrab dipanggil Mbah Lim berpulang dalam usia 91 tahun.

Kiai karismatik sekaligus nyentrik di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU) ini menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Islam Solo, Jateng sekitar pukul 05.45 WIB. Dia setelah sempat dirawat karena mengeluh pada bagian sendi lutut merasakan sakit.

"Tadi jam 05.45 WIB karena sakit sepuh dan tidak terdeteksi sakitnya apa. Namun beliau masuk rumah sakit setelah sempat mengeluh tulang di lutut persendian kaki terasa nyeri yang sering dialaminya setahun terakhir," ungkap Gus Jazuli, menantu Mbah Lim Kamis (24/5/2012).

Gus Jazuli menyatakan setahun terakhir ayah mertuanya itu memang mengalami gangguan prostat. Namun, saat masuk RSI Solo setelah dan dicek ternyata tidak ada gangguan pada organ tubuh.

"Kondisi ginjal, paru-paru, saraf dan uratnya masih dalam kondisi bagus," ungkap Gus Jazuli.

Kiai yang dikenal sebagai guru spiritualis mendiang mantan Presiden Soeharto itu wafat meninggalkan enam orang anaknya yaitu Siti Khoiriyah, Zalaludin, Saefudin Zuhri, Khomarudin, Lalila Qodri, Khaoirul Bariyah yang merupakan istri Gus Jazuli, Khoiri Fatkhullah dan Dian Nawaksa.

Saat ini jenazah almarhum Mbah Lim disemayamkan di tempat tinggalnya di Kompleks Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti yang terletak di Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jateng.

Ratusan pelayat mulai dari santri, kalangan pejabat dan tokoh nasional yang bertakjiyah mulai berdatangan untuk mengikuti prosesi penyemayaman guru spiritualis mereka yang dikenal sebagai kyai yang memiliki sifat bersahaja dan kesederhanaannya.

Rencananya, jenazah akan dimakamkan hari ini sekitar pukul 16.00 WIB di samping makam almarhumah istrinya Isnaini Ashada, yang tidak jauh dari Kompleks Pondok Pesantren.

"Sambil menunggu ketiga anaknya yang tinggal dari Jakarta, Surabaya dan Kediri hadir beliau akan dimakamkan hari ini juga sekitar jam empat sore ini," terangnya. (tea/*dbs)
Editor: tea

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas