A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Gaji Tak Dibayar, Pegawai Halte Trans Ancam Beraksi - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribun Jogja

Gaji Tak Dibayar, Pegawai Halte Trans Ancam Beraksi

Selasa, 22 Mei 2012 23:05 WIB
Gaji Tak Dibayar, Pegawai Halte Trans Ancam Beraksi
TRIBUNJOGJA.COM/HENDRA KRISDIANTO
MASUK - Penumpang masuk bus trans jogja setelah sampai di halte taman pintar, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA --  Pemprov DIY tampaknya harus serius untuk memikirkan mekanisme penggajian bagi pegawai halte Trans Jogja. Pasalnya, apabila hingga 1 Juni 2012 sekitar 700 karyawan ini tak mendapat gaji, mereka akan mengambil sikap tegas.

Sejauh ini, para karyawan tersebut sudah semakin intensif untuk membicarakan nasib yang mereka alami. Namun demikian, bentuknya seperti apa belum ditentukan.

"Kami belum menentukan bentuk aksinya. Tapi pasti kami beraksi kalau 1 Juni 2012 masih juga belum dibayar," ungkap Antok, satu pegawai halte Trans Jogja kepada Tribun Jogja, Selasa (22/5/2012).

Untuk diketahui, pembayaran gaji sekitar 700 pegawai halte Trans Jogja hingga saat ini belum jelas. Terhitung lebih kurang 52 hari sejak 1 April 2012, para pegawai tersebut saat ini menunggu tanpa kepastian kapan haknya akan dipenuhi.

Mereka terpaksa hidup dengan lebih erat mengencangkan ikat pinggangnya. Harapannya, pada 1 Juni 2012, setelah genap dua bulan puasa gaji, mereka akan menerima rapelan. Selanjutnya, para pegawai juga berharap pembayaran di bulan berikutnya normal, tanpa penundaan lagi.

Menurutnya, beberapa hari lalu perwakilan pekerja sempat berkumpul. Disimpulkan bahwa yang menjadi tuntutan mereka adalah mendapatkan hak pekerja. Pertimbangannya, pengeluaran kebutuhan hidup terus berjalan, sehingga harus ada pemasukan. Toleransi mereka adalah sampai 1 Juni 2012. Saat ini para pegawai masih menunggu kabar dari atasan.

Nugroho, pegawai halte di Jl Sultan Agung mengaku dilema dengan kondisi tersebut. Pasalnya, dia hanya sebagai pegawai yang membutuhkan pekerjaan.

Sementara, jika harus memprotes penundaan ditakutkan justru membuatnya celaka. Terpaksa pemuda yang menanggung kewajiban setor kredit sepeda motor itu harus mengikuti alur saja. Hanya, jika rekan kerja kompak, dia akan mendukung aksi menuntut. (*)
Penulis: ose
Editor: iwe
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas