A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Lomba Musik Keroncong di Gunungkidul - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 29 Agustus 2014
Tribun Jogja

Lomba Musik Keroncong di Gunungkidul

Minggu, 20 Mei 2012 22:51 WIB
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL -- Hampir puluhan tahun, lomba musik keroncong di Gunungkidul tidak diselenggarakan. Musik yang sempat populer di era tahun 1970an di Kabupaten Gunungkidul, akhirnya tak memiliki media untuk berekspresi. Hingga akhirnya, pemerintah kemudian menghelat lomba group musik keroncong untuk pertama kalinya di Gunungkidul.

Alunan musik keroncong menggema di bangsal Sewokoprojo, Sabtu (19/5) malam. Sebanyak delapan grup keroncong dari penjuru Gunungkidul berusaha menampilkan aransemen terbaik mereka. Kelompok tersebut antara lain, Kharisma (Rongkop), Setia Kawan (Budegan), Gita Persada (Karangrejek), Gasseko (Ngasemrejo), Kidung (Pulutan), Sapta Ria (Baleharjo), Gemang Mingket (Panggang), Po Tak Pikir (Sambeng).

Bahkan, mereka terlihat mempersiapkan kostum yang kompak dan musik yang selaras pula. Hadir dalam perlombaan itu, Bupati Gunungkidul, Badingah beserta jajarannya.

Tepuk riuh ratusan penonton pun menggema di sudut bangsal, sesaat setelah para peserta menampilkan aransemen lagu terbaik mereka. Tak hanya itu, tepukan penonton sangat keras pada saat group Kidung yang digawangi anak-anak usia muda membesut lantunan lagu Dinda bestari dan Keroncong Tanah Airku.

Mereka tampil memukau penonton, selain karena aransemen keroncong yang mereka suguhkan, usia mereka juga cukup belia. Membawakan empat buah lagu, Kidung yang berasal dari Pulutan, Wonosari, akhirnya didaulat menjadi juara kedua lomba keroncong tersebut. Mereka mengalahkan pesaing mereka yang personilnya berusia paruh baya.

Salah satu personil Kidung, Meini Isaq (20), menuturkan bahwa grupnya berlatih kurang lebih tiga kali. Meini bahkan menuturkan bahwa dengan adanya ajang lomba keroncong tersebut, diharapkan anak muda ambil peran dalam pelestarian budaya.

"Ternyata banyak juga sekarang anak muda yang menyukai musik keroncong. Tidak hanya band dan semacamnya," tutur pemain flute ini pada Tribun Jogja, usai tampil.

Meini juga mengungkapkan, sebelumnya ia berharap agar bisa menjadi juara pertama dalam perlombaan tersebut. Namun, yang terpenting baginya adalah apresiasi tampil dan media untuk mengekspresikan kesenian sudah lebih dari cukup. "Kami ingin memuaskan penikmat musik," jelasnya.

Sementara, Ketua panitia panitia lomba Keroncong, Iswandoyo menjelaskan bahwa kehadiran lomba keroncong tersebut, merupakan salah satu pembangkitan kembali roh bermusik tradisional yang sempat tidak terdengar kiprahnya. Kelompok yang ada di Gunungkidul, lanjutnya sebenarnya sangat banyak.

"Namun, selama kurang lebih 45 tahun, musik keroncong tidak mendapatkan media. Kami rintis agar ke depan ada acara rutin semacam ini," jelasnya. (*)
Penulis: ais
Editor: iwe
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
42063 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas