Bocah Tenggelam
Obyek Wisata Goa Pindul Tutup Seminggu
Penutupan itu berlaku hingga Senin (14/5) hingga Minggu (20/5).
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Iwan Al Khasni
Sebelumnya, pada Minggu (13/5), dua siswa SMP tenggelam di Sungai Banyumoto, tepatnya di kawasan pintu keluar Gua Pindul, dusun Gelaran, Bejiharjo, Karangmojo.
"Sementara, obyek wisata Goa Pindul kami tutup seminggu. Kami ikut berduka dan bela sungkawa, sekaligus menghormati korban kecelakaan," tambah Anas Syaifulloh, satu di antara tour guide Goa Pindul, saat ditemui di kantor obyek wisata itu.
Koordinator pengelola wirawisata Gelaran, Haris Purnawan saat dihubungi sebelumnya membenarkan untuk melakukan penutupan sementara di lokasi Gua Pindul. "kami menghormati korban. Maka untuk seminggu ke depan, kita juga menutup kegiatan sementara," katanya.
Dalam beberapa hari ini, pengunjung yang ingin menikmati berpetualang di sungai bawah tanah, akan dialihkan ke Goa Kali Suci, Semanu.
Karuan saja, suasana di komplek wisata Goa Pindul, yang sehari-hari cukup ramai, kemarin terlihat sepi. Beberapa warung terlihat nampak tertutup. Demikian juga pelampung yang biasanya ramai digunakan wisatwan, kemarin terlihat menggantung di sebuah tali.
"Semua kru baru saja (kemarin) membersihkan pelampung-pelampung ini. Termasuk membersihkan seluruh kompleks gua Pindul," jelas Anas.
Anas menjelaskan, seharian kemarin, para pengelola obyek wisata mengisi kegiatan dengan bersih-bersih seluruh aksesoris dan kompleks Gua. Senin (21/5) mendatang, menurut Anas, aktivitas akan kembali normal dan wisatwan sudah bisa menikmati eksitimes sungai bawah tanah di Gunungkidul itu.
Pasang Rambu
Selama masa tutup, lanjut Anas, pengelola juga akan merehabilitasi sejumlah fasilitas. Disinggung mengenai pemasangan rambu tanda bahaya, Anas menjelaskan, pengelola baru dalam tahap melakukan pembahasan.
Namun begitu, pengelola berharap, dalam seminggu ini, rambu-rambu itu sudah dipasang di beberapa kawasan yang dianggap rawan. "Ya, nanti akan kami pasang tanda-tanda bahaya tersebut. Mungkin segera akan kami pasang, pada saat kami buka kembali sudah ada peningkatan," tambahnya.
Pengurus Pokdarwis lainnya, Suratimin menuturkan, pengelola memastikan akan segera membuat rambu-rambu dan papan peringatan. "Kami juga memberikan santunan pada keluarga korban, masing-masing Rp 4 juta" jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)