Barisan Bergodo Instansi Bubar Diguyur Hujan
Akibat hujan yang turun cukup deras sejumlah bergodo dari instansi terpaksa keluar dari lapangan upacara
Akibat hujan yang turun cukup deras sejumlah bergodo dari instansi terpaksa keluar dari lapangan upacara. Sementera bergodo dari desa masih bertahan meski hujan deras terus turun.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan semoga pelaksanan acara ini dapat berlangsung dengan khimadat dengan berkah dari Tuhan.
"Peringatan yang dimulai dengan terikatan dan kirab ini sejatinya mengambarkan kesatuan langkah antara agama dan tradisi. Ini layaknya seperti memuliakan Tuhan. Di dalam kebudayaan Jawa kirab berarti sebagai sikap dan ketegasan batin agar pemberian Tuhan hidup dan sentosa," kata Sultan.
Pelaksanan peringatan dengan arak-arakan mega ngampak yang disimbolkan dengan umbul-umbul yang beraneka warna oleh para prajurit sendiri seperti "Podang Ngisap Sari dari Gunung Kidul, "Pandan Binethot" dari Bantul, "Parenom" dari Kulon Progo, Bangun Tuluk dari Yogyakarta, dan Mega Ngampak dari Sleman yang mengambarakan karakter kemarahan gunung Merapi atau wedhus gembel.(TRIBUNJOGJA.COM)