Kriminalitas
Warga Sumenep Dibakar Hidup-hidup
Mayat korban yang sudah hangus bahkan sebagian sudah menjadi arang dibiarkan tergeletak di pinggir jalan desa
Mayat korban yang sudah hangus bahkan sebagian sudah menjadi arang dibiarkan tergeletak di pinggir jalan desa setempat tidak jauh dari rumah kediaman korban. Mayatnya baru bisa dievakuasi ke RSD dr H Moh Anwar Sumenep setelah massa meninggalkan tempat kejadian.
Tidak hanya itu, ribuan massa itu juga mendatangi rumah Nur Barri (47) Warga Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk (tetangga desa Dasuk Laok) yang diduga juga kawanan dari Alwan. Disana massa membakar tiga rumah dan kandang sapi milik Nur Barri hingga ludes.
Kepala Desa Dasuk Laok, Zainal, kepada wartawan menuturkan, peristiwa itu terjadi Jumat malam sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu tiba-tiba ribuan massa yang tidak dikenal asal muasalnya datang ke desanya dengan mengendarai motor dan mobil. Massa ada yang membawa senjata tajam dan celurit tumplek blek di rumah Alwan.
Saat itu kebetulan Alwan berada di rumahnya, sehingga tidak bisa kabur atau menghindar lari dari rumahnya. Massa kemudian menggeledah rumah milik Alwan yang ternyata ditemukan 5 ekor sapi yang diduga hasil kejahatan.
Alwan mencoba melawan dengan celuritnya, namun musuhnya terlalu banyak. "Sudah pasti Alwan kewalahan dan akhirnya menyerah ditangan warga dengan luka-luka serius di sekujur tubuhnya," kata Zainal.
Kapolres Sumenep, AKBP Dirin, yang juga tiba ke lokasi kejadian setelah massa pulang, menyesalkan aksi anarkhis warga yang sampai membakar hidup-hidup Alwan hingga tewas mengenaskan itu.
"Sejatinya, kami menyesalkan tindakan warga yang main hakim sendiri dengan membakar korban hingga tewas," ungkap Dirin. (TRIBUNJOGJA.COM)