Penjualan Motor Melaju Kencang

Pertumbuhan motor di Yogyakarta kian merangsek kontribusi pasar motor nasional.

Tayang:
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pertumbuhan motor di Yogyakarta kian merangsek kontribusi pasar motor nasional. Kota Gudeg kini menjadi sasaran produsen motor demi masa depan dan kelangsungan hidup pabrikan beserta human resource-nya.
Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor roda dua di wilayah DIY dua bulan terakhir di awal tahun ini naik signifikan mencapai 20.686 unit, dibandingkan awal tahun lalu hanya 17.035 unit.

Kepala Bidang Penganggaran Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset (DPPKA) DIY, Gamal Suwantoro mengatakan, berdasarkan data pada bulan Januari-Februari 2012 terdapat peningkatan sebanyak 3.651 unit kendaraan bermotor dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Yogya memang menjadi pasar yang cukup bagus bagi produsen sepeda motor, karena penjualannya bisa mencapai 20.686 unit. Trend di Yogya jumlahnya selalu mengalami pertumbuhan," ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga Februari 2012 pertumbuhan jumlah sepeda motor tertinggi terjadi di Kabupaten Sleman dan Bantul. Di wilayah Sleman jumlahnya mencapai 9.643 unit, meningkat dibanding periode sama tahun lalu yang hanya 6.850 unit.
Sementera di Kabupaten Bantul jumlah sepeda motor baru meningkat dari 3.984 unit pada periode Januari-Februari 2011 menjadi 4.598 unit periode sama tahun ini.
"Tahun ini, Bantul telah menggeser Kota Yogyakarta dalam pertumbuhan kendaraan bermotor roda dua. Di Yogya, jumlah sepeda motor baru mencapai 3.046 unit, sedangkan periode yang sama tahun lalu hanya sekitar 2.913 unit," tuturnya.
Dua kabupaten lain masih menunjukkan pertumbuhan yang rendah. Kabupaten Kulonprogo hingga akhir Februari mencapai 1.704 unit, sedangkan Kabupaten Gunungkidul jumlah motor baru hingga Februari 2012 sebanyak 1.828 unit.

Saat ini, lanjutnya, pemerintah membuat program menggratiskan biaya balik nama surat kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat hingga akhir tahun atau diperpanjang dari aturan sebelumnya yang hanya sampai November.
Non-Jepang Terkerek
Bukan hanya raksasa pabrikan Jepang saja yang mengalami petumbuhan, pabrikan non Jepang pun turut merasakan gairah indistri otomotif di Yogyakarta. Bajaj Pulsar yang merupakan pabrikan dari India termasuk salah satu yang terus mengalami peningkatan.
"Per bulan kami bisa menjual hingga sekitar 30 hingga 40 unit, sedangkan pada 2011 lalu penjualan sekitar 20 unit. Kami puas ternyata pabrikan motor non-Jepang mulai mendapat kepercayaan di Yogya," kata Pimpinan Bajaj Kharisma Motor, Agus Wintoro.

Selain itu, Agus yang juga sebagai pemimpin Dealer Kharisma Motor untuk produk Viar mengungkapkan, penjualan Viar Karya Triseda (roda tiga), yang diperuntukkan bagi kendaraan niaga pun terus mengalami peningkatan.
"Sekarang per bulan bisa 25 sampai 30 unit, padahal dulu hanya sekitar 20 unit saja. Ini didukung pertumbuhan sektor riil, terutama usaha kecil menengah (UKM) yang saat ini berkembang pesat di Yogyakarta," katanya. (*)

P2P///

Pertumbuhan Motor
(Januari-Februari)

2011     : 17.035 unit
2012    : 20.686 unit
Sleman     : 9.643 unit
Bantul     : 4.598 unit
Yogya        : 3.046 unit
Gunungkidul : 1.828 unit
Kulonprogo     : 1.704 unit

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved