Fenomena Perempuan Shopaholic

Berburu Hermes Sampai Singapore

Perempuan shoppaholic penggila tas branded, momen sale menjadi penting untuk dilewatkan begitu saja. M

Tayang:
Penulis: tea | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia T. Andayani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perempuan shoppaholic penggila tas branded, momen sale menjadi penting untuk dilewatkan begitu saja. Mereka akan rela memburu sale untuk mendapatkan tas kesayangannya.

Seperti yang dilakukan Ferryal (35) seorang fashionista Yogya ini rela memburu sale  sampai Singapore demi mendapat tas dengan harga miring. Merek seperti Luis Vuitton, Hermes, Gucci dan Guess.

"Kebetulan awal Juli ada Singapore Sale, ya kita kesana aja belanja tas dan sepatu, diskonnya besar-besaran sampai 70% lho," ucap Ferryal kepada Tribun Jogja, beberapa waktu lalu, di kantornya di Jalan Imogiri Barat, Yogya.

Chief Executive Officer Lawas Art, Antique and Reproduction ini memang sudah sekitar  9 tahun penggemar tas branded. Koleksinya banyak dan beragam bahkan dari berbagai seri Luis Vuitton dan Hermes dia miliki, dengan harga mulai Rp8 juta sampai Rp14 juta tergantung tipenya.

"Kalau ini produk Kw nya, karena kalau yang asli bisa sampe Rp100 juta, itu kalau yang buatan Paris yang original, tapi saya pilih yang secondnya," ucap Ferryal.

Namun dari sekian merek itu, Ferryal sangat cinta dengan merek Hermes karena modelnya bagus dan everlasting. Bahkan dia punya tas yang sudah 4 tahun dipakainya, sampai sekarang kondisinya masih bagus. Menurut Ferry, kalau memang kondisi tas masih bagus, dia bisa menjualnya kembali ke penggemar tas branded lain.

"Biasanya tas yang kondisinya masih bagus tapi aku sudah bosan, aku jual lagi. Aku titip temenku di Jakarta, dan laku," ucapnya.

Menurut wanita kelahiran Madura, 5 September 1976, gaya hidup di Yogya belum semewah di Jakarta. Karena kalau di Jakarta ada komunitas pecinta tas branded yang bekas pakai. Jadi bagi Ferry, dia taj hanya sekedar beli saja melainkan juga berinvestasi. Misalnya saja, Ferry beli tas Hermes seharga Rp7 juta, sudah dipakai selama 3 tahun. Dia lalu menjual lagi dengan harga Rp2-3 juta.

"Rugi sih memang  tapi yang penting aku bisa jual lagi tas-tas yang udah aku pakai. Bosan sih," akunya.

Ferryal memang termasuk fashionista yang gemar berbelanja ke luar negeri di Orchard dan Paragon Singapore atau ketika ada kerjaan mencari buyer untuk bisnisnya  di negara-negara Eropa selalu dia sempatkan untuk berbelanja produk fesyen.

"Kalau ke Singapore kan sekarang gampang karena ada penerbangan langsung Yogya - Kuala Lumpur, pulang pergi cuma Rp600 ribu, jadi sering kesana," ujar wanita yang sudah 12 tahun menggeluti usaha ekspor furniture ke Eropa.

Tapi baginya, dia bukanlah seorang yang penggila belanja. Dia masih bisa bijak dalam berbelanja, misalnya jangan membeli produk yang tidak sesuai kebutuhan. Kedua, kalau sedang berbelanja usahakan pada saat emosi sedang stabil. Sebab kalau tidak, bisa-bisa akan membeli  barang yang tidak penting dan akhirnya tidak terpakai.

" Sayang kan kalau sudah begitu, sebaiknya kalau belanja memang sedang tidak emosi, tapi harus tenang," pungkasnya. (*).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved