Jumat, 27 Februari 2015

Belajar Rendah Hati

Jumat, 6 April 2012 09:00 WIB

Belajar Rendah Hati
foto : TEA
Rm Petrus Sajiyana, Pr

Oleh Petrus Sajiyana, Pr
Pastor Paroki St Maria Assumpta Pakem, Sleman

UMAT Kristiani saat ini sedang memasuki Tri Hari Suci yakni Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu/Minggu Paskah. Arti perayaan pekan Suci ini adalah untuk mengenangkan sengsara dan wafat Yesus Kristus.

Dimulai dari Kamis Putih, arti simbolik dari hari Kamis Putih adalah sebagai lambang pembasuhan kaki Yesus kepada murid-muridnya. Meski Yesus orang yang mulia dia mau melaksanakan pekerjaan serendah itu.

Di dalam kehidupan sehari-hari yang namanya pembasuhan kaki adalah sebagai ungkapan kasih. Disamping itu, pembasuhan kaki juga sebagai ungkapan pelayanan dan kerendahan hati Yesus kepada manusia.  Membasuh kaki, bukan berarti memperbudak melainkan bisa menunjukkan sikap kerendahan hati.

Maka sebagai ungkapan itu dapat dilakukan oleh setiap orang dalam rangka menterjemahkan ekspresi kasih. Dalam kehidupan sehari-hari, pembasuhan kaki itu juga bentuk keteladanan sebagai murid kristus yang dijumpai dalam kehidupan ini.

Semisal sebagai pemimpin harus bisa memberi teladan kepada anak buahnya.  Orang tua juga begitu, bukannya kemudian mau diperbudak oleh anaknya. Melainkan bisa memberikan teladan baik bagi anak-anaknya.  Begitupun dengan pemimpin yang sukanya memirintah, maka seharusnya tidak demikian. Yang benar seharusnya memberikan teladan menjalani hidup dengan kerendahan hati.

Pada masa Jumat Agung, umat Kristiani memperingati sengsara dan wafat Yesus Kristus. Maka sebaiknya masyarakat juga meneladani sikap Yesus Kristus.  Kematian Kristus itu memberikan teladan tentang kebenaran bagi orang-orang yang sudah terlanjur jatuh dalam dosa.

Halaman12
Editor: tea
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas