Marapu Band

Album Marapu Laris Manis

Tak hanya di Yogya, tapi juga di beberapa radio di Makasar, Bali, Sumba, dan Salatiga.

Tayang:
Penulis: rap | Editor: Iwan Al Khasni
Laporan Reporter Tribun Jogja / Riezky Andhika Pradana

TRIBUNJOGJA.COM,  YOGYA -  Sekitar tahun 2003, Marapu membuat demo tiga lagu, Mawar Funky, Terulang dan Enough. Ketiga lagu tersebut kerap diputar di radio-radio. Tak hanya di Yogya, tapi juga di beberapa radio di Makasar, Bali, Sumba, dan Salatiga.
 
Karena respon pendengarnya sangat baik, mereka pun berani merilis album yang di produksi secara swadaya di tahun 2006, album tersebut bertitel "The Colour". Hasilnya, sebanyak 500 keping kaset, dan 1000 keping cd yang mereka produksi saat itu, langsung habis tak bersisa dibeli para penggemar musik.
 
Selanjutnya, sekitar tahun 2009 silam,  mereka merilis diberi album penuh bertitel `Peace, Love, & Freedom'. Senafas dengan band reggae pada umumnya,  lirik lagu-lagu di album ini banyak bercerita tentang perdamaian, sosial, alam, dan kecintaan yang universal. Di album ini, mereka juga menyuguhkan lagu `Eri Rambu' yang aransemennya bernuansa etnik ala Sumba.
 
Di antara lagu-lagu di album perdana ini, single berjudul `Centil' merupakan lagu hits mereka. Lagu yang kerap kali dinyanyikan di atas panggung ini memang cukup nge-pop, karena lirik dan musiknya termasuk yang paling easy-listening dan asik untuk `sing a-long' bersama.
 
Di atas panggung, penampilan Marapu memang cukup kuat karakter reggae-nya. Dengan para personel berambut gimbal, dan ornamen merah, kuning, hijau, penggemar musik reggae seolah dibius seperti melihat band reggae asli Jamaika sana. Namun bukan berarti dengan mengusung musik reggae, mereka menelan mentah-mentah filosofi rastafarianisme yang dianut kebanyakan musisi reggae Jamaika. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved