A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

2.700 PNS Dimutasi, Pemkab Boyolali Digugat - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
Sabtu, 19 April 2014
Tribun Jogja
Home » Jawa

2.700 PNS Dimutasi, Pemkab Boyolali Digugat

Selasa, 3 April 2012 17:27 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Bakti Buwono

TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG -
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boyolali Fuadi mendatangi kantor Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jawa Tengah untuk menggugat Pemerintah Kabupaten Boyolali terkait mutasi besar-besaran yang dilakukan Bupati Boyolali Seno Samudra.

 Ia menghitung, ada 2.700 mutasi dari berbagai tingkat jabatan yang dilakukan tiga bulan setelah Seno Samudra diangkat pada Agustus 2010.

"Latar belakangnya pun tidak sesuai, misalnya pendidikan masak ditaruh di perikanan atau pemakaman," kata Fuadi, Selasa (3/4/2012).

Ia menjelaskan, pemutasian itu tidak melalui mekanisme yang benar. Seharusnya jika ada pemindahan tugas atau pemutasian harus melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Akibatnya, sekarang banyak pegawai negeri sipil (PNS) yang selalu ketakutan.

"Saya juga telah menyurati Bupati berkali-kali tapi tidak ada respon. Saya minta data mutasinya pun tidak bisa. Karena itu saya lapor," ucap Ketua DPD Golkar Kabupaten Boyolali itu.

Adapun komisioner KIP Jateng Bonaventura Sulistyana menuturkan, pihaknya hanya memediasi kedua belah pihak yang sedang bersengketa. Untuk materi mediasi pihaknya tidak bisa membeberkan, yang pasti mediasi itu masih ditunda. Untuk waktu maksimal mediasi sendiri adalah 14 hari. Selebihnya, mediasi dianggap gagal.

"Bukan berarti di luar sini (kantor) mereka tidak bisa saling berinteraksi," jelasnya di kantornya. (*)
Penulis: bbb
Editor: iwe
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
38376 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas