SPBU di Solo Mulai Kurangi Stok BBM
SPBU di Solo, Jawa Tengah mengurangi stok BBM pasca penundaan rencana menaikkan BBM
Penulis: Ikrob Didik Irawan |
TRIBUNJOGJA.COM
, SOLO-
Pasca keputusan pemerintah menunda menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), sejumlah
stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Solo, Jawa Tengah mulai mengurangi stok BBM. Sebelumnya, SPBU menikkan jumlah stok
dari Pertamina untuk mengantisipasi tingginya permintaan dari masyarakat
jelang pengumuman kenaikan harga BBM.
Pengawas SPBU Balapan Heru Rus mengatakan, pada Jumat hingga Sabtu
(30-31/3/2012) lalu, ia mendatangkan sebanyak 24 ton premium. Padahal pada
hari biasa, jumlah premium yang didatangkan hanya 18 ton hingga 19 ton.
"Pasca penundaan kenaikan, stok BBM ditempat kami sudah normal kembali.
Tak ada penambahan lagi," katanya Senin (2/4/2012).
Tak hanya premium, jelang kenaikan harga BBM akhir bulan lalu pihaknya
juga menambahkan stok solar. Solar yang ditangkan ditambah dari 8 ton
menjadi 10 ton. "Sehari jelang kenaikan BBM kemarin, jumlah pembelian
dari masyarakat sampai naik 30 persen. Tapi sekarang sudah normal lagi,
tidak ada yang membeli hingga full tank," katanya lagi.
Hal senada juga diungkapkan pengawas SPBU Sumber, Sumarsono. Dua hari
jelang rencana pemerintah menaikkan harga BBM, jumlah premium dan solar
yang didatangkan sebanyak 72 ton. "Jumat dan Sabtu lalu jelang kenaikan
BBM, stok kita tambah 16 ton. Itu puncaknya," ujarnya.
Namun diluar dugaan, ternyata jumlah penambahan stok tersebut masih
belum habis hingga saat ini. Namun hal itu tak lantas membuat pihak SPBU
rugi. Sumarsono mengaku tetap melakukan pemesanan, namun hanya sekitar
16 ton sehari. "Di sini juga sudah normal. Stok sudah sama seperti
hari-hari biasanya," ujarnya. (www.tribunjogja.com)