Kamis, 27 November 2014
Tribun Jogja

Penambang Batu Gunungkidul Ngaku Diperas Oknum LSM

Senin, 2 April 2012 17:19 WIB

Penambang Batu Gunungkidul Ngaku Diperas Oknum LSM
TRIBUNJOGJA, AGUNG ISMIANTO
Penambang batu karst melakukan aksi unjuk rasa di Gunungkidul, Kamis (28/7/2012)
Laporan Reporter Tribunjogja.com/Agung Ismianto

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerasan terhadap penambang batu terjadi di Gunungkidul. Persoalan penambangan yang rawan konflik tampaknya dimanfaatkan oknum untuk mengambil keuntungan. 

Informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, Senin (4/3/2012), ada oknum yang mengaku aktivis  mendatangi penambang. Mereka menggunakan modus pemetaan wilayah yang boleh ditambang dan yang tidak. Kemudian, penambang dimintai sejumlah uang untuk kompensasi.

Salah satu penambang rakyat di desa Kenteng, Ponjong, Sunarto (50) kepada wartawan menjelaskan bahwa pihaknya didatangi oleh salah satu anggota LSM Perhuttani yang bernama Nunung Nurcahyo, belum lama ini. Ia mengaku diminta sejumlah uang dengan alasan untuk pemetaan wilayah penambangan. 

"Intinya untuk tahu sama tahu. Akhirnya saya kasih," jelasnya, Senin (2/4/2012).

Aktivis LSM Perhutani Nunung Nurcahyo yang dikonfirmasi wartawan, Senin (2/4/2012) menegaskan bahwa pihaknya tidak membuat pemetaan kawasan pertambangan atau zonasi karst. Namun, Ia hanya bekerja untuk reklamasinya.

Nunung pun membantah bahwa ia melakukan pemerasan ataupun meminta sejumlah uang pada masyarakat. 

"Yang jelas itu bukan LSM saya dan bukan saya. Saya tidak pernah meminta uang pada penambang," jelasnya. (*)
Penulis: ais
Editor: iwe

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas