Mugiyono Kasido Menari di Dalam Kaos

Mugiyono Kasido menari dalam kaos di gelaran Car Free Day di Solo, Minggu pagi

Tayang:
Penulis: Ikrob Didik Irawan |
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Ada-ada saja cara seseorang mengekspresikan seni. Di Solo, ada cara menari unik. Sebab, berbagai macam gerakan tarian dilakukan di dalam kaos.

Menari di dalam koas tersebut adalah kreasi Mugiyono Kasido. Lewat tari unik dan nylenehnya itu, ia berhasil keliling dunia. Minggu (1/4/2012), ia pun menularkan keahlian itu pada para pengunjung Car Free Day (CFD), Jalan Slamet Riyadi.

Belasan remaja putra terlihat asyik mengikuti setiap gerakannya yang mengolor-olor kaos. "Menari di dalam kaos ini mulai serius saya tekuni pada tahun 2000. Sebenarnya ide sudah muncul saat kerusuhan 1998," ujar Mugiyono.

Gerakan pertama yang ia ajarkan adalah secara cepat memasukkan tangan kanan ke dalam kaos, hingga kelihatan buntung. Kemudian disusul tangan kiri yang juga dimasukkan. Tiba-tiba tangan muncul kembali, namun hanya sebagian. Sehingga mirip orang cebol.

Mugiyono lantas mulai melakukan gerakan-gerakan aneh. Mulai dari kemunculan kedua tangan dari bagian kerah, hingga kaki tiba-tiba muncul dari bagian lengan kaos. "Selain gerakan lucu, gerakan tari-tari daerah juga bisa dilakukan," ujar pria berkepala plontos ini.

Menurutnya, kaos digunakan sebagai media menari karena hampir semua orang memilikinya. Sehingga, untuk menari tak butuh kostum yang aneh-aneh yang justru membuat ribet. "Tak perlu kostum, tak butuh dandan. Cukup kaos oblong," ujarnya lagi.

Gerakan aneh ditambah mimik muka lucu membuat para pengunjung car free terpingkal-pingkal. Mereka terheran-heran kerana baru kali pertama melihat ada orang yang menari di dalam kaos. "Kreatif, benar-benar kreatif. Benar-benar tarian yang lucu dan menghibur," katanya. (www.tribunjogja.com)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved