Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Jogja

Kantor Pajak Dibobol Kawanan Pencuri

Minggu, 1 April 2012 18:41 WIB

Kantor Pajak Dibobol Kawanan Pencuri
Net
Ilustrasi
TRIBUNJOGJA.COM, MAROS -  Suasana Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kabupaten Maros, di Jl Jenderal Sudirman, terkunci rapat. Pantauan Tribun, Minggu (1/4/2012) gapura kantor yang bertetangga dengan Kantor Bupati Maros ini tertutup rapat dan halaman sekitar kantor dijaga beberapa petugas keamanan. 

Selidik punya selidi, Sabtu (31/3/2012) dini hari kantor itu disatroni maling. Menurut petugas keamanan, Firman, kantor yang sempat disekap pelaku, uang tunai yang ada di dalam brankas sebanyak Rp 60 juta serta barang berharga lainnya yang ditaksir senilai Rp 340 juta berhasil dibawa kabur. Sehingga total kerugian ditaksir Rp 400 juta lebih.  

Keterangan dari petugas kebersihan kantor, Rudi, menyebutkan pelaku perampokan melakukan aksinya masuk dengan memanjat tembok pagar. Dimana pagar itu setinggi kurang lebih dua meter. Pelaku pun memanjat menggunakan tangga. Kemudian masuk ke gedung melalui pintu bagian selatan dan naik di lantai dua. 

"Pelaku juga merusak pintu dan masuk,"ujar Rudi, Minggu (1/4/2012).

Ia menambahkan salah seorang petugas keamanan, Firman, sempat memergoki pelaku hingga berupaya melakukan perlawanan. Namun karena pelaku cukup banyak hingga petugas tidak dapat berbuat banyak. Terlebih pelaku membawa senjata tajam yang sudah berkali kali diarahkan ke tubuh petugas. Sehingga petugas memilih diam dan membiarkan pelaku menyeret dan menyekap Firman di salah satu ruangan. 

Rudi membeberkan malam itu sebenarnya ada dua petugas keamanan yang piket. Namun karena petugas lainnya, Irfan, tidak masuk karena sedang berkabung. 

"Saya tidak tahu persis berapa jumlah uang tunai  di dalam brankas, karena di kamar bagian keuangan ada dua brankas yang sudah dibobol," tambahnya lagi. 

Sementara barang berharga lainnya yang ada di beberapa ruangan juga tak luput dari incaran pelaku. Hingga pihak kantor pelayanan pajak mengalami kerugian yang ditaksir sekitar kurang Rp 400 juta. 

"Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mudah mudahan pelaku bisa terungkap dan barang milik kantor bisa disita petugas untuk dijadikan barang bukti," jelas salah seorang pegawai yang menolak disebut namanya. 

Sementara itu Kapolsekta Turikale Kompol  H M Amin yang dihubungi membenarkan kejadian tersebut. Kasus perampokan yang terjadi sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh petugas Reskrim Polresta Maros. (*)
Editor: iwe
Sumber: Tribun Timur

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas