Wirausaha Muda Kesulitan Akses Modal
Selain modal, YES juga menggandeng para pengusaha yang sudah mapan untuk berbagi pengalaman dan memberi masukan.
Tayang:
Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: Rina Eviana Dewi
Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Akses modal bagi pengusaha pemula terutama yang masih mahasiswa masih menjadi kendala untuk memulai atau mengembangkan usaha.
Pengurus Youth Entrepreneur Society (YES), Ari Prasetya Widiana mengatakan perbankan masih enggan memberikan modal terutama karena dianggap belum bankable.
"Kebanyakan pakai modal sendiri. Jadi memang tidak besar," ujar Ari saat ditemui disela gathering YES di Bangsal Mataram Kantor Bank Indonesia Jogja, Jumat (9/3/2012).
Ari mengaku beberapa anggota YES memakai BPKB sebagai jaminan untuk modal usaha. "Namanya masih merintis, jadi modalnya antara Rp5 juta hingga Rp10 juta," imbuhnya.
Selain modal, untuk bisa tetap memotivasi para pengusaha pemula, YES juga menggandeng para pengusaha yang sudah mapan untuk berbagi pengalaman dan memberi masukan. "Kami ingin rangkul pengusaha yang sudah sukses dan juga mencoba mendekati perbankan," tambahnya.
Peneliti Ekonomi Muda Senior Bank Indonesia Jogja, Fadhil Nugroho mengatakan sebenarnya modal bukan masalah utama. Pasalnya, besarnya modal bukan jaminan untuk usahanya maju.
Menurut dia, produk kredit yang paling cocok adalah jenis kredit kelompok. Produk tersebut akan lebih memudahkan bagi perbankan maupun pengusaha pemula.
"Sistem tanggung renteng akan lebih mudah. Atau jika memang belum bankable, bisa akses ke koperasi lebih dulu," ujarnya. Pihaknya mengaku punya niatan untuk membantu menghubungkan ke perbankan. Namun, memang harus dipertimbangkan prospektif usahanya.
Pengusaha yang sudah mapan, lanjutnya, seharusnya tidak hanya memotivasi namun bisa menjadi bapak angkat bagi pengusaha pemula. "Bantuan riil seperti bermitra atau franchise akan lebih membantu untuk perkembangan usaha," tutupnya. (*)