Edu dan Kim Sementara Aman
Meski sebelumnya banyak perhatian, namun nasib legiun asing Persiba Bantul, yakni Eduardo Bizarro dan Kim Yong Han dipastikan aman
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Hal itu terlihat dari rapat manajemen yang untuk sementara hanya akan mencari pemain di posisi bek sayap kiri saja. Selain itu, manajemen akhirnya juga memutuskan akan melepas satu pemain di posisi gelandang bertahan.
Setelah resmi memutus kontrak Emmanuel Cristori, Rabu (21/3) sore, manajemen sama sekali tidak menyinggung dua pemain asing lain, yakni Edu dan Kim dalam pembahasan yang dilakukan di mes.
Meski telah berumur, Eduardo Bizarro ternyata masih dibutuhkan oleh tim sebagai palang pintu tim. Terlebih, Wahyu Tanto yang kapan saja bisa dipanggil Timnas, menjadi pertimbangan untuk tetap mempertahankan stopper Brazil itu.
Selain itu, pemain berusia 33 tahun itu memiliki andil yang cukup bagi tim di putaran pertama lalu. Meski dikenal emosional, pemain kidal itu mempunyai kemampuan melakukan tendangan bebas yang baik.
Meski baru menyumbang satu gol bagi tim saat melawan PSM Makassar lalu, pemain yang kerap dipanggil Edu itu diharap tetap memberikan kontribusi bagi tim di putaran kedua nanti.
Namun catatan yang mesti diperhatikan oleh Edu adalah, sebagai pemain bertahan, ia harus mampu merecam emosi. Pasalnya, hal itu bisa sangat merugikan bagi tim. Itu terbukti dengan gol Julio Lopez di Stadion Gelora Bumi Kartini lalu yang akhirnya mengubur impian tim melanjutkan tren positif.
Tak hanya itu, Edu juga diharap akan mampu berkomunikasi lebih efektif dengan pasangannya di lini belakang tim. Jika tidak, daerah pertahanan tim akan kocar-kacir seperti saat tim menjamu Persema Malang lalu.
Mengenai Kim Yong Han, tim manajemen dan pelatih juga masih membutuhkan tenaga pemain asal Korea Selatan itu. Meski awalnya mendapat tanggapan negatif dari banyak pihak, namun Kim menunjukkan grafik permainan yang positif di bawah M Basri.
Kim, yang aslinya adalah seorang gelandang serang atau second sriker, akhirnya harus dijadikan pemain gelandang bertahan oleh M Basri. Dari laga yang dimainkannya, Kim terbilang mampu memainkan peran baru dengan baik.
Namun dengan kepemimpinan Sajuri Syahid, Kim kemunngkinan tak akan lagi dimainkan sebagai gelandang bertahan. Pasalnya, Sajuri hanya memainkan satu gelandang bertahan, terlebih jika menjalani laga home.
Bahkan rencananya Sajuri akan mencoba posisi baru bagi Kim sebagai second striker atau playmaker tim. Hal itu untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu Ezequiel Gonzales tidak dapat membela tim.
Namun satu hal yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kim adalah fisik dan stamnina. Sebagai seorang gelandang, ia harus memperbaiki fisiknya agar dapat beramin maksimal bagi tim.(*)