• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Jogja

Menhan Dilaporkan ke KPK Gara-gara Sukhoi

Selasa, 20 Maret 2012 12:43 WIB
Menhan Dilaporkan ke KPK Gara-gara Sukhoi
KOMPAS.COM
Sebuah pesawat tempur Sukhoi Su-30.
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan melaporkan dugaan penyelewengan dalam pengadaan enam unit jet tempur Sukhoi MK2 dari Rusia, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pihak terlapor adalah Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro.

"Yang dilaporkan adalah Kementerian Pertahanan, menteri pertahanan," kata Direktur Eksekutif Imparsial, Poengki Indartim dalam jumpa pers di kantor KPK, Jakarta, Selasa (20/3/2012).

Koalisi pelapor terdiri atas beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM), antara lain Imparsial, Indonesia Corruption Watch (ICW), dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).  Poengki mengatakan, ditengarai ada kerugian negara sekitar 73 dollar AS terkait pengadaan jet Sukhoi tersebut. Selain itu, ada keganjilan dalam pengadaan pesawat ini. Pertama adalah penggunaan rekanan dalam pembelian Sukhoi ini.

Menurut Poengki, semestinya pengadaan pesawat dari Rusia tersebut tidak melalui rekanan. Pasalnya, program ini merupakan program antarpemerintah. Diduga, katanya, akan ada fee 15 persen untuk rekanan.  "Karena ini kan G to G, gak boleh ada rekanan. Pemerintah Rusia, mereka punya perusahaan sendiri. Mereka punya kantor di sini. Namun operasionalnya dilakukan oleh Trimarga," ujarnya.

Keganjilan lainnya, kata Poengki, adalah penggunaan kredit ekspor 470 juta dollar AS. "Kecurigaan lain adalah kredit ekspor. Ini banyak ruginya. Buat rekanan akan ada fee sekitar 15 persen," ungkap Poengki.

Sejak beberapa waktu lalu pembelian enam unit jet tempur Sukhoi MK2 menimbulkan kotroversi karena diduga digelembungkan triliunan rupiah. Menurut Imparsial, harga beli jet tempur oleh Pemerintah Indonesia tersebut melonjak dari pagu harga yang dikeluarkan produsen. Harga beli pada 2010 sebesar 55 juta dollar AS. Indonesia membeli pada 2011 senilai 83 juta dollar AS per unit. Ada selisih 28 juta dollar AS atau total 168 juta dollar AS atau setara Rp 1,5 triliun.

Dengan hitungan harga jual versi produsen (Rosoboron) senilai 60 juta dollar AS per unit, harga beli 83 juta dollar AS per unit lebih mahal 13 juta dollar AS per unit. Total selisih dalam perhitungan itu 78 juta dollar AS (sekitar Rp 741 miliar).

Adapun Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, Senin (19/3),  membantah adanya korupsi dalam pengadaan enam pesawat tempur jenis Sukhoi SU-30 MK2 milik Rusia. Menurut Purnomo, lembaga swadaya masyarakat yang menyebut ada korupsi dalam pengadaan itu tak mengerti persoalan. "LSM yang bilang begitu ngga ngerti mereka," kata Purnomo seusai rapat dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Senin ( 19/3/2012 ).

Purnomo belum mau menjelaskan mengenai masalah itu lantaran akan dijelaskan secara resmi oleh pemerintah pada 21 Maret 2012 di Panitia Kerja Alutsista Komisi I. Sebagai Menteri, kata Purnomo, ia tak mengetahui detail setiap pengadaan alutsista. "Tolong suruh mereka (LSM) datang tanggal 21 Maret. Nanti dengerin penjelasan pemerintah. Menteri kan hanya tahu kulitnya aja," pungkas dia. (*)
Editor: jun
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas