• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribun Jogja

Jalur Siyono-Playen Direncanakan Jadi Jalan Manthou's

Rabu, 14 Maret 2012 09:41 WIB

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Rencana Pemkab dalam memberikan penghargaan kepada Manthous  akan segera terwujud. Nama Manthous, yang sebelumnya digadang-gadang sebagai nama jalan di Gunungkidul kian mendapat titik terang. Jalan Bundaran Siyono menuju arah kecamatan Playen, direncanakan akan dinamakan jalan Manthous.

Plh Sekda Gunungkidul, Budi Martono, yang ditemui Tribun Jogja Selasa (14/3), menjelaskan bahwa pihaknya sudah menghubungi bagian hukum dan juga Dishubkominfo terkait rencana itu. "Nantinya, kita akan komunikasikan terkait hal itu kepada pihak keluarga," jelasnya.

Sementara, ia sempat menyebut bahwa memang saat ini jalan menuju Palyen dari air mancur Siyono, merupakan alternatif yang paling memungkinkan. Hal itu, dikarenakan  
Jalan tersebut merupakan jalan yang melewati kediaman Manthous di Jatisari, Playen. "Selain itu, tentunya juga jalan tersebut memiliki kenangan tersendiri bagi sang Maestro. Nanti kita akan mencoba ngomong ke dewan untuk penyusunan Perda," tambahnya.

Sementara itu, Budi juga sempat menyebut Gedung Serbaguna di Siyono yang berdiri di bekas pasar sapi, juga bisa menjadi alternatif pemberian nama Manthous. Hal itu, apabila nama jalan tersebut tidak disetujui oleh pihak keluarga. Pemberian alternatif nama pada gedung yang bernilai 6,7 M ini, akan memudahkan masyarakat untuk mengenang Manthous.

"Sementara untuk alat yang diwariskan Manthous, memang sangat bernilai tinggi. Namun, kita belum menentukan langkah terkait hal itu," tambahnya saat disinggung studio CSGK dan isinya yang ditinggalkan sang maestro.

Sementara itu, putri sulung Manthous, Tatut Dian Ambarwati (39) menjelaskan bahwa pihaknya menyetujui bila memang jalur Playen Siyono akan menggunakan nama almarhum ayahnya. "Memang, akan lebih baik pemberian jalur tersebut, karena mudah dikenang, " jelasnya. Meski demikian, pihaknya juga masih menunggu koordinasi dengan pemerintah yang akan mengkomunikasikan hal tersebut.

Sementara itu, Tatut juga menambahkan agar lebih mengenang terhadap karya dan cipta Campur Sari. Tepat setiap tanggal kelahiran Manthous akan diperingati masyarakat Gunungkidul sebagai kebangkitan seniman Gunungkidul. "Maka kalau bisa tanggal 10 bulan april (hari kelahiran Manthous), dijadikan hari campur sari," tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Gunungkidul, Badingah juga akan memberikan penghargaan. Mengenai pelaksanaan pemberian nama jalan, akan disusun bersama dengan DPRD. "Kami akan koordinasi dulu dengan pihak keluarga, dan dimungkinkan akan diberikan pada saat hari Jadi Gunungkidul," tandasnya. (ais)
Penulis: ais
Editor: Ganux
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
37523 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas