A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Partai Demokrat Bakal Diuntungkan oleh BLT - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 1 September 2014
Tribun Jogja

Partai Demokrat Bakal Diuntungkan oleh BLT

Minggu, 11 Maret 2012 17:28 WIB
Partai Demokrat Bakal Diuntungkan oleh BLT
KOMPAS.COM
Simbol Partai Demokrat.
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Program bantuan langsung tunai (BLT) untuk rakyat miskin akan menjadi bahan pertarungan bagi seluruh partai politik jika harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hendak dinaikkan. Pasalnya, BLT akan menjadi "surga" bagi Partai Demokrat sebagai pendukung utama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan "neraka" bagi partai lain, tak terkecuali partai koalisi.

Hal itu terlihat dari hasil jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia yang dirilis oleh peneliti LSI, Adjie Alfaraby, di kantor LSI, Jakarta, Minggu (11/3/2012). Survei itu dilakukan pada 5-8 Maret 2012 terhadap 440 responden yang dipilih secara random.

Berdasarkan hasil survei itu, sebanyak 54,2 persen responden akan menyalahkan Partai Demokrat jika harga BBM jadi dinaikkan. Partai koalisi lainnya hanya disalahkan oleh 11,5 persen responden. Adapun 34,1 persen responden tak menjawab.

Dari survei itu juga diketahui bahwa 69,4 persen responden setuju dengan program BLT, seperti dilakukan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2008 . Hanya 28,6 persen tidak setuju dan 1,6 persen tidak menjawab.

Siapa tokoh yang mendapat "durian runtuh" jika BLT dilaksanakan? Sebesar 53,7 persen responden menilai Presiden Yudhoyono paling berjasa mendorong penerapan BLT. Sisanya, responden berpendapat bahwa para menterilah yang paling berjasa.

Partai mana yang paling diuntungkan dengan adanya BLT? Sebesar 54,3 persen responden menganggap Partai Demokrat paling berjasa mendorong penerapan BLT. Adapun PDI-P hanya dinilai oleh 8,1 persen dan Partai Golkar sebesar 7,8 persen.

Berdasarkan data itu, kekecewaan publik terhadap Demokrat dan SBY, jika harga BBM dinaikkan, dapat dinetralkan dengan program BLT. Jika berkaca pada penerapan BLT tahun 2008, menurut Adjie, SBY digambarkan sebagai orang yang ingin berbuat baik kepada rakyat.

"Jika harga BBM dinaikkan tanpa program BLT atau sejenisnya, akan menjadi musibah politik bagi Demokrat dan SBY. Dukungan atas keduanya segera anjlok ke posisi terendah sejak tahun 2009," kata Adjie.

Keuntungan bagi Demokrat dari BLT itu dapat menjadi "senjata" yang merugikan partai lain. Contohnya, kata Adjie, Partai Golkar mendapat getah dari kenaikan harga BBM tahun 2005. Golkar tak mendapat keuntungan ketika pemerintah menurunkan harga BBM tahun 2008. "Program ini (penurunan harga BBM) lebih dikapitalisasi sebagai program SBY dan Demokrat. Golkar tak mendapat berkahnya," ucap Adjie.

Partai yang menolak program BLT hanya membuat blunder. Sebagai contoh, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri mengkritik BLT dengan menyebut program itu hanya membuat mental rakyat seperti peminta-minta dan pemerintah seperti sinterklas. Hal itu disampaikan Megawati pada Maret 2009. Pidato Megawati itu, tambah Adjie, dimanfaatkan oleh lawan politiknya untuk mencari dukungan. Padahal, penerima BLT adalah wong cilik yang menjadi kekuatan utama PDI-P. Wong cilik dengan mudah digiring pindah ke Partai Demokrat.

"Nantinya, Parpol akan sangat hati-hati menyikapi program BLT. Program ini sangat disukai publik. Ketika ada yang menolak, akan jadi catatan publik," kata Adjie. (*)
Editor: jun
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
37451 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas