• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Jogja
Home » Yogya » Bantul

Pindah Atau Tidak Terserah Warga

Kamis, 8 Maret 2012 19:28 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Bakti Buwono

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengatakan, untuk merelokasi perlu pendekatan yang tidak sebentar. Pertama-tama, warga perlu memahami bagaimana resiko yang dihadapi bahwa relokasi itu perlu agar masyarakat tidak menjadi korban. Jika sudah mengalami sendiri kondisi longsor, biasanya warga mulai tergugah dan sadar. Meskipun pindah bukan berarti tanahnya tidak bisa dimanfaatkan, mungkin warga bisa memakai tanah itu untuk berkebun dan sebagainya. Tetapi bukan menjadi tempat tinggal.

"Tetapi itu hak warga, jika masih tetap ingin di sana maka paling tidak sudah tahu resikonya, misalnya rumahnya rusak. Yang kami lakukan hanya sosialisasi tentang mitigasi bencana agar warga tahu tanda-tanda akan terjadinya longsor," jelasnya, Kamis (8/2/2012).

Selain itu ada juga beberapa langkah pencegahan longsor meskipun berada di zona merah. Misalnya, membuat tebing yang sudutnya lebih dari 45 derajat berundak-undak (terasiring). Lalu menanami bukit dengan pohon yang akarnya kuat, khusus untuk mencegah longsor. Bukannya mencampur aduk tanaman dengan akar yang tidak kuat. (*)
Penulis: bbb
Editor: ayu
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
37392 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas