• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Jogja

Suhartono Periksa 103 Senjata

Rabu, 7 Maret 2012 20:54 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO- Sebanyak 103 senjata api milik anggota Polres Kulonprogo diperiksa kelayakan dan kelengkapannya oleh tim gabungan dari Propam Polda DIY serta Propam Polres Kulonprogo. Pemeriksaan ini bertujuan untuk meminimalisir penyalahgunaan senjata seperti yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Pemeriksaan senjata ini sebelumnya sudah dilaksanakan oleh petugas Propam Polres Kulonprogo. Namun, atas perintah dari Kapolda DIY, Brigjen Pol Tjuk Basuki, pemeriksaan dilaksanakan lagi untuk memastikan senjata dalam keadaan siap dan layak digunakan oleh anggota. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memeriksa satu-persatu senjata milik anggota. Petugas Propam Polda DIY yang berjumlah lima orang langsung memeriksa kondisi senjata mulai dari fisik, nomor senjata, peluru serta kelengkapan surat-suratnya.

“Ini pemeriksaan rutin dari Propam Polda DIY. Sebelumnya Polres Kulonprogo juga sudah melakukan pemeriksaan dan menemukan delapan senjata yang tidak layak baik rusak maupun kelengkapan surat-suratnya sudah kadaluarsa,”kata Kasubdit Profesi Propam Polda DIY, Kompol Suhartono saat melaksanakan pemeriksaan di depan ruang Propam Polres Kulonprogo, Rabu(7/3/2012).

Ia menjelaskan, pemeriksaan senjata ini memiliki peranan yang penting untuk menjaga kinerja anggota kepolisian. Pasalnya, melalui pemeriksaan ini bisa diketahui apakah senjata yang dipegang oleh anggota alayak atau tidak untuk digunakan. Selain itu, melalui pemeriksaan ini bisa digunakan untuk mengetahui apakah suart-surat kelengapan senjata masih berlaku atau tidak.

Surat kelengkapan senjata ini mempunyai peranan yang cukup penting bagi pemegang senjata. Sebelum memegang senjata api, seorang anggota kepolisian harus benar-benar lulus tes psikologi yang dibuktikan dengan surat penyataan lulus. Setelah itu baru bisa dikeluarkan kartu PAS senjata atau kartu kepemilikan senjata api.

“Seluruh pemegang senjata api harus melengkapinya dengan surat kepemilikan termasuk lulus tes psikologi. Melalui pemeriksaan ini bisa diketahui apakah surat-surat kelengkapan senjata masih berlaku atau tidak. Jika sudah tidak berlaku, maka senjata akan kita tarik,”jelasnya.

Suhartono menuturkan, senjata api merupakan alat kelengkapan yang cukup penting bagi anggota kepolisian dalam melaksanakan tugas menjaga keamaman dan ketertiban masyarakat. Untuk itu, senjata tersebut harus dijaga dan dirawat serta surat-surat kelengkapannya harus masih berlaku sehingga siap untuk digunakan setiap saat.

Melalui pemeriksaan ini, lanjutnya, diharapkan seluruh anggota kepolisian yang memegang senjata api bisa menggunakannya sesuai dengan ketentuan dan tidak terjadi penyalahgunaan.(*)
Penulis: has
Editor: ayu
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas