• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribun Jogja
Home » Yogya » Sleman

Jumlah Peminat Huntap Membengkak Drastis

Rabu, 7 Maret 2012 20:52 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Mona Kriesdinar

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Jumlah warga Desa Argomulyo yang ingin menempati hunian tetap (huntap) ternyata membengkak bahkan hampir 100 %. Hal itu disebabkan lantaran kini tak hanya mereka yang merupakan korban erupsi merapi saja yang ingin menempati huntap, namun mereka yang termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana III ancaman lahar dingin di bantaran Kali Gendol juga tercatat ingin ikut serta menempati huntap.


"Jumlah warga yang telah kami data di awal usai bencana Merapi 2010 lalu ada 297 KK yang terdiri dari 261 KK korban erupsi dan 36 KK lainnya korban banjir lahar dingin awal 2011 lalu. Namun kondisi ini sudah berbeda saat ini karena ada 565 KK warga desa kami yang ingin pindah ke huntap," ujar Kepala Desa Argomulyo Sutrisno Hadi, ketika ditemui di kantornya belum lama ini.


Dirinya menyambut baik animo warga tersebut. Karena hal itu menandakan bahwa warga sudah semakin sadar akan bahaya merapi baik itu berupa ancaman langsung maupun ancaman tidak langsung berupa lahar dingin. Meski demikian, dirinya hanya bisa berperan sebagai penyampai aspirasi saja, sedangkan keputusan ada di pihak provinsi yang nantinya akan melakukan verifikasi. Sementara proses pembangunan huntap, akan diprioritaskan untuk 297 kepala keluarga yang rumahnya benar – benar hancur akibat erupsi merapi.


Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Desa Argomulyo Haryadi menambahkan, warga korban erupsi Merapi di Desa Argomulyo yang mengajukan huntap berasal dari Dusun Bakalan, Suruh, Gading, Banaran, Jetis, Karanglo dan Janaran. Mereka adalah korban yang terkena dampak langsung erupsi Merapi. Selain itu, ada sebagian warga dari Dusun Panggung, Teplok dan Kliwang yang juga harus pindah karena rumahnya hancur diterjang lahar dingin Sungai Opak.


"Untuk huntap, Pemerintah Desa sudah menyiapkan tanah kas desa seluas 4,5 hektar di Dusun Kuwang dan Randusari. Tanah seluas itu kemungkinan hanya bisa untuk pembangunan 300 huntap dengan luas masing-masing 100m2, sisanya untuk fasilitas umum dan sosial," jelasnya.(*)
Penulis: mon
Editor: ayu
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
37335 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas