Ratusan Pedagang Pasar Tradisional Geruduk DPRD Sleman
Tribun Jogja - Selasa, 6 Maret 2012 10:17 WIB
Tribunjogja/Mona Kriesdinar
Demo Pedagang Pasar Tradisional
Berita Terkait
- Seratusan Warga Keracunan Makanan di Acara yang Dihadiri…
- FKY Akan Digelar di Kompleks Pasar Ngasem
- Warga Geruduk DPRD Bantul Desak Perbaikan Jalan Rusak
- Bupati Sleman Imbau Pedagang Angkringan Jaga Kebersihan
- Pedagang Pasar Bendungan Wates Adukan Kenaikan Retribusi
- Ratusan Warga Prambanan Ikuti Operation Pacific Angel
- Satu Anggota DPRD Sleman Mengundurkan Diri karena…
- GKR Pembayun: PAD dari Pasar Harus Kembali ke Pasar
- Wawali Joget Bareng Peserta Parpol di Pasar Ngasem
- Massa Geruduk Pasangan Kumpul Kebo di Kokap
Laporan Reporter Tribun Jogja, Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ratusan pedagang Pasar Godean, gelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Sleman, Selasa (06/03/2012) pagi. Mereka datang sambil membawa berbagai macam tuntutan terkait keberadaan pasar modern yang dianggap sudah meresahkan para pedagang tradisional. "Pasar modern di Godean mohon ditertibkan. Dicek apakah perijinannya sudah lengkap dan apakah aturannya juga dilaksanakan," tandas Ribut selaku perwakilan pedagang pasar godean dalam orasinya.
Para demonstran yang sebagian besar didominasi para ibu ini, mengancam tidak akan membayar biaya retribusi sebelum ada keputusan penataan pasar modern. "Perijinan pasar modern dipermudah, sama dengan memuseumkan pasar tradisional," katanya.
Selain itu, mereka juga mengeluhkan penataan pedagang pasar yang dinilainya semrawut. Terutama pedagang yang berada di luar. Lantaran keberadaannya sangat merugikan para pedagang yang berada di dalam pasar.
Selang, 30 menit kemudian, datang pula puluhan pra pedagang pasar Prambanan. Mereka menuntut hal yang sama dengan yang disuarakan pedagang pasar godean.
Kedatangan para demonstran diterima langsung Ketua DPRD Sleman, Koeswanto. Ia berjanji akan membicarakannya dengan eksekutif. "Saya akan menekan kepada pemerintahan daerah supaya tidak memperpanjang perijinan," jelasnya.
Ia juga mendesak Dinas Pasar untuk menertibkan para pedagang pasar yang berada di luar. Lantaran keberadaannya dinilai semrawaut dan meruginakan para pedagang pasar yang berada di dalam. (TRIBUNJOGJA.COM).
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ratusan pedagang Pasar Godean, gelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Sleman, Selasa (06/03/2012) pagi. Mereka datang sambil membawa berbagai macam tuntutan terkait keberadaan pasar modern yang dianggap sudah meresahkan para pedagang tradisional. "Pasar modern di Godean mohon ditertibkan. Dicek apakah perijinannya sudah lengkap dan apakah aturannya juga dilaksanakan," tandas Ribut selaku perwakilan pedagang pasar godean dalam orasinya.
Para demonstran yang sebagian besar didominasi para ibu ini, mengancam tidak akan membayar biaya retribusi sebelum ada keputusan penataan pasar modern. "Perijinan pasar modern dipermudah, sama dengan memuseumkan pasar tradisional," katanya.
Selain itu, mereka juga mengeluhkan penataan pedagang pasar yang dinilainya semrawut. Terutama pedagang yang berada di luar. Lantaran keberadaannya sangat merugikan para pedagang yang berada di dalam pasar.
Selang, 30 menit kemudian, datang pula puluhan pra pedagang pasar Prambanan. Mereka menuntut hal yang sama dengan yang disuarakan pedagang pasar godean.
Kedatangan para demonstran diterima langsung Ketua DPRD Sleman, Koeswanto. Ia berjanji akan membicarakannya dengan eksekutif. "Saya akan menekan kepada pemerintahan daerah supaya tidak memperpanjang perijinan," jelasnya.
Ia juga mendesak Dinas Pasar untuk menertibkan para pedagang pasar yang berada di luar. Lantaran keberadaannya dinilai semrawaut dan meruginakan para pedagang pasar yang berada di dalam. (TRIBUNJOGJA.COM).
Penulis : Mona Kriesdinar || Editor : Fembri Nugroho
Ikuti Tribunjogja.com melalui sosial media twitter @tribunjogja
Sleman Populer
Sleman Lainnya








