Tjahjo : Subsidi BBM ke Rakyat Harus Tetap Ada

Menurut Tjahjo, selama ini tidak pernah ada produksi kilang Pertamina tidak pernah cukup.

Tayang:
Penulis: jun | Editor: jun
Laporan Reporter Tribun Jogja, Junianto Setyadi

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekjen DPP PDIP, Tjahjo Kumolo, ikut menanggapi rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).  Ia mengingatkan, terkait harga BBM, karena pemerintah memang tidak bisa mengendalikan harga minyak dunia, maka pemerintah mesti mengendalikan hal-hal yang bisa dikendalikan di dalam negeri.

"Misalnya, produksi minyak kita (Pertamina, Red)  pada posisi hanya 30 persen kepemilikan Pertamina, padahal oil dunia 77 persen. Oleh karena itu  Pertamina harus dioptimalkan ke hulunya," tegas Tjahjo, yang juga anggota DPR RI, kepada Tribun Jogja via BlackBerry Messenger, Jumat (24/2/2012).

Ia menyinggung pembangunan kilang yang sekarang sedang dijalankan pemerintah di Cilacap, Jateng. Menurut Tjahjo, selama ini tidak pernah ada produksi kilang Pertamina tidak pernah cukup. Premium hanya separoh kebutuhan nasional, sedangkan yang lainnya harus impor.

"Apapun, Pertamina harus melakukan efisiensi di semua lini, terutama di dalam trading crued dan BBM-nya. Harus ada nasionalisasi. Nasionalisasi mungkin akan  mengganggu, tapi pelan- pelan harus pasti dilaksanakan," ujar Tjahjo.

Pada bagian lain Tjahjo menyebutkan, subsidi minyak sekarang sudah mencapai Rp 225,6 triliun. "Kenaikan harga BBM, jika memang terjadi nanti, tentu saja tidak menghapuskan subsidi. Menurut PDI Perjuangan, subsidi minyak kepada rakyat harus ada!" tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved