Minggu, 5 Juli 2015

Upacara Ada Wiwit Desa Giripeni

Kamis, 23 Februari 2012 22:45

Upacara Ada Wiwit Desa Giripeni
TRIBUN JOGJA/HARI SUSMAYANTI
Seorang tetua adat dan ibu-ibu tengah membawa uba rampe ke tengah untuk didoakan dalam acara adat Wiwit di Desa Giripeni, Wates, Kulongprogo, Kamis (23/2).

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Upacara adat Wiwit termasuk upacara tradisi yang penting dalam dunia pertanian masyarakat jawa terutama yang berkaitan dengan tanaman pangan.

Upacara yang sudah diturun-temurunkan sejak zaman nenek moyang itu kini sudah mulai pudar. Tak banyak lagi warga yang melestarikannya. Padahal, upacara adat itu adalah salah satu kegiatan untuk mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmatnya sehingga hasil pertaniannya melimpah.

Di Dusun Dobangsan dan Graulan, Desa Giripeni, Kecamatan Wates, tradisi upacara adat Wiwit masih terpelihara dengan baik.

Setiap tahun, warga selalu melaksanakan kegiatan ini untuk mengucapkan rasa syukur atas seluruh karunia-Nya kepada para petani sehingga tanaman padinya tumbuh subur dan hasilnya melimpah.

Terik matahari yang menyengat kulit tak menyurutkan puluhan warga untuk melaksankan upacara Wiwit di bulak Graulan, Kamis (23/2).

Upacara ini dimulai dengan berkumpul di salah satu rumah warga. Puluhan warga yang berprofesi sebagai petani ini kemudian membawa uba rampe yang terdiri dari nasi tumpeng, ingkung ayam, jenang, hasil bumi, potongan padi serta dedaunan yang melambangkan kesuburan ke  tengah sawah.
Sambil membaca salawat, warga terus berjalan menuju tengah persawahan yang jaraknya sekitar satu kilometer dari pemukiman warga.

Dipimpin oleh seorang tetua adat, upacara wiwit ini mulai dilaksanakan. Ubarampe berupa dedaunan dan potongan padi yang diikat  dibawa ke tengah sawah.

Halaman12
Penulis: has
Editor: oktora-veriawan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas