• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Jogja

GKR Pembayun Menolak Bacakan Puisi

Rabu, 22 Februari 2012 00:21 WIB

GKR Pembayun Menolak Bacakan Puisi
TRIBUN JOGJA/MONA KRIESDINAR
GKR Pembayun
Laporan Reporter Tribun Jogja, Mona Kriesdinar

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA
- Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun, begitu kaget saat didaulat untuk membacakan puisi yang merupakan rangkaian dalam rangka Mangayubagyo 100 tahun HB IX.

Namun, penampilan yang ditunggu-tunggu tamu undangan itu, ternyata tidak jadi dilaksanakan. Lantaran Pembayun mengaku tak bisa membacakan puisi dan tak ingin mengecewakan penampilannya yang tidak maksimal.

Sedianya, penampilannya dalam acara yang bertema From Djogdjakarta with Love ini akan semakin menyempurnakan pertunjukan seni lainnya, semisal pagelaran pameran lukisan, pagelaran busana, pameran foto, batik, kaus, aksesoris, merchandise, cokelat dan produk kreatif lainnya.

"Wah saya tidak bisa membaca puisi, saya tak cukup romantis untuk membacakan puisi," ujarnya tak lama setelah dipanggil MC untuk tampil ke depan membacakan puisi.

Dalam acara yang berlangsung di Roemah Pelantjong, Selasa (21/02) malam tersebut, Pembayun pun berkali-kali meminta maaf kepada tamu yang hadir, lantaran ia urung membacakan puisi. Padahal, diundangan tertulis bahwa acara malam tersebut memang akan diisi dengan penampilannya itu.

"Saya benar-benar tidak bisa membaca puisi, takutnya ruangan ini malah ambrol," candanya.

Ia pun akhirnya mengganti penampilannya dengan bercerita mengenai Yogya dan sekilas cerita tentang Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Serta menyampaikan apresiasinya terkait penyelenggaraan pertunjukan seni tersebut.

Selain GKR Pembayun, Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu yang hadir, ikut pula didaulat untuk membacakan puisi. Bedanya, meskipun berkali-kali mengatakan tak bisa membacakannya, akhirnya ia pun bersedia tampil membacakan puisi berjudul Ibu yang disertai iringan petikan gitar Encik Krishna.

Disamping itu, beberapa seniman juga ikut serta membacakan puisi lainnya. Meliputi pemilik Roemah Pelantjong Kafi Kurnia, seniman Samuel Indratma, Krisna Encik, Yan Jangkrik serta seniman dari Folk Mataram Institute.(*)
Penulis: mon
Editor: oktora-veriawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
Facebook Connect
  | Social:    ON Social:    OFF | Option

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas