A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Festival Dansa Perseorangan di Yogya Diikuti 2.000 Warga - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Jogja

Festival Dansa Perseorangan di Yogya Diikuti 2.000 Warga

Minggu, 19 Februari 2012 21:16 WIB
Festival Dansa Perseorangan di Yogya Diikuti 2.000 Warga
TRIBUNJOGJA.COM/HASAN SAKRI
ibuan warga bersenam di kawasan Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, Minggu (19/2).
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rina Eviana
 
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA  -
Rambut pendek Latifah (32) terlihat basah. Perempuan asal Gondokusuman, Yogyakarta, ini bersemangat saat mengikuti festival dansa perseorangan yang diselenggarakan United Line Dance (ULD), di kawasan depan Gedung Agung hingga Titik Nol Kilometer, Minggu (19/2/2012) pagi.
 
Sejak pukul 05.30, ibu dua anak ini  sudah stand by di lokasi diadakannya dansa perseorangan atau yang biasa disebut line dance tersebut. Mengenakan kaos dan legging warna hitam dibalut rompi dari bahan lurik, ia mengaku sangat senang mengikuti dansa massal yang kali pertama diadakan di Yogyakarta.

"Saya kebetulan sudah menggemari tarian dansa sejak lima tahun belakangan. Awalnya saya suka karena sering diajak teman latihan," katanya.

Menurut Latifah, selain sebagai hiburan, dengan berdansa ia sekaligus berolahraga. "Selain ngilangin stres sekalian supaya badan lebih ramping dan jadi yahud," ujarnya, kemudian  tergelak.

Minggu (19/2) pagi itu sekitar 2.000 orang mengikuti line dance, yang dibuka oleh Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti.  Menurut Humas acara, Wahyuningrum, acara tersebut berskala nasional. Ada sekitar 300 peserta ULD dari 14 provinsi yang mengikuti ajang ini, ditambah 1.600 orang peserta yang mendaftar dan ada juga peserta dari kalangan masyarakat umum yang ikut berjoget.

Perwakilan 14 provinsi, di antaranya dari dari Sumatera Selatan, Batam, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, dan provinsi lain. "Mereka di Yogyakarta selama tiga hari. Kemarin di Ulen Sentalu kami juga mengadakan kegiatan serupa," ujar Wahyuningrum.

Sejak satu tahun berdiri, ULD pada 2010  sudah berencana menggelar acara ini di Yogyakarta. Namun karena terjadi erupsi Merapi kegiatan tersebut diundur hingga kemarin. Menurut Wahyuningrum, animo masyarakat di Yogyakarta dengan single dance sangat baik. Terbukti kegiatan diikuti dua ribuan warga. Acara tersebut memang terbuka untuk umum.

Untuk kegiatan di Yogyakarta, panitia sengaja menggunakan kostum lurik. Bertemakan Jogja Joget Lirik Lurik, kegiatan tersebut, menurut Pembina ULD sekaligus Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir Abdullah, selain menggeliatkan komunitas dansa di DIY juga bisa menjadi ajang promosi pariwisata. Mengingat, peserta juga ada yang dari provinsi lain.

"Kain lurik kan merupakan kain khas Yogyakarta. Ini menjadi sebuah akulturasi yang menarik antara kain lurik dan tarian modern sehingga kegiatan ini perlu didukung berbagai pihak," ujarnya. (*)
Penulis: evn
Editor: jun
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas