Aktivitas Gunung Merapi Sempat Meningkat Lagi
Pos pemantauan Gunung Merapi di Kaliurang, sempat mendeteksi adanya peningkatan aktivitas Merapi.
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Sulistiono
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pos pemantauan Gunung Merapi di Kaliurang, sempat mendeteksi adanya peningkatan aktivitas Merapi. Kondisi tersebut, bersamaan dengan aktivitas gunung berapi lainnya yang ada di Indonesia.
"Memang sempat ada peningkatan aktivitas, terutama pada tanggal 12 Februari kemarin," jelas Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Kaliurang Triyono, ketika dikonfirmasi, Rabu (15/02/2012).
Peningkatan aktivitas itu ditandai dengan terjadinya gempa multi phase sebanyak 63 kali. Disusul pada 13 Februari terjadi sembilan kali gempa vulkanik B, 34 kali gempa multi phase serta terjadi tiga kali guguran lava.
Sedangkan pada 14 Februari, pihaknya mencatat gempa vulkanik B 14 kali, gempa multi phase 25 kali, serta tidak diikuti dengan terjadinya guguran lava.
Meski begitu pihaknya menyebutkan bahwa berangsur - angsur aktivitas kegempaan telah menurun terhitung sejak pertama kalinya meningkat. "Aktivitas kegempaan seperti itu bagi Merapi adalah hal yang biasa karena memang merupakan gunung api aktif," imbuhnya.
Hal yang sama diungkapkan relawan SKSB Rinto Suranto. Ia membenarkan bahwa ada kabar peningkatan aktivitas Merapi. Namun menurutnya, secara kasat mata, Gunung Merapi masih menunjukan kondisi normal.
Ia juga menandaskan bahwa hingga kini, tidak tampak adanya tanda-tanda Merapi bergejolak lagi. Begitu pula dengan warga lereng merapi yang menurutnya tak merasakan adanya gempa tersebut. "Hingga kini kondisinya masih normal," jelasnya.
Meski demikian, para kepala desa sudah melakukan kordinasi untuk meminimalisir terjadinya berbagai kemungkinan yang tak diinginkan. Sehingga nantinya jika aktivitas Merapi semakin meningkat, warga pun sudah siap sedia terkait ancaman itu.
Begitu pula dengan kondisi beberapa alur sungai yang berhulu di gunung Merapi. Ia meyakinkan kedalaman sungai masih bisa menampung aliran lahar dingin. Namun, bagi hilir sungai, kewaspadaan terhadap banjir lahar dingin perlu terus dilakukan.
"Warga yang ada di atas sudah tidak perlu panik, namun untuk warga yang berada di bawah tetap harus waspada apalagi jika hujan deras terjadi lebih dari 30menit," tuturnya. (*)