Susah Merekam E-KTP Door to door di Bantul
Tribun Jogja - Rabu, 8 Februari 2012 21:38 WIB
Berita Terkait
- KPK Datangi Sekolah di Bantul untuk Monitor Dana BOS
- Olimpiade Difabel Tingkat DIY Digelar di Bantul
- Ratusan Siswa SMAN 8 Bogor Belajar Membatik di Bantul
- Baru 2 Partai di Bantul yang Perbaiki Berkas
- Butik di Bantul Dibobol Maling
- 12 Sepeda Motor Disita dari Sindikat Curanmor Bantul
- Panwaslu Bantul Umumkan Calon Panwascam
- Puluhan Gepeng Dirazia di Jalan Lingkar Selatan Bantul
- Warga Geruduk DPRD Bantul Desak Perbaikan Jalan Rusak
- Warga Bisa Merekam e-KTP Saat Weekend
Laporan Reporter Tribun Jogja, Bakti Buwono
TRIBUNJOGJA.COM , BANTUL - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bantul Bambang Guritno memperkirakan ada 15 ribu warga yang membutuhkan layanan Elektronik-Kartu Tanda Penduduk secara mobile. Dengan jumlah sebanyak itu, pihaknya tidak yakin melaksanakan perekaman data dengan konsep door to door. Apalagi alat e-ktp mobile hanya satu unit.
"Kami ambil pelajaran dari kota Yogyakarta yang jalannya datar saja cuma bisa merekam delapan hingga 10 warga," kata Bambang, Selasa (7/2/2012) siang.
Pria berkumis itu menjelaskan, jumlah itu perkiraan mereka, tetapi data yang masuk baru sekitar 3.500 dari beberapa desa. Setelah seluruh data terkumpul pihaknya akan mencermati lagi mana saja yang membutuhkan pelayanan mobile atau bukan. Misalnya, jika ada yang kakinya cacat tapi bisa pakai 'krek' atau satu tangannya tidak ada tapi sehat, disarankan untuk datang langsung ke kecamatan.
"Contoh lagi, kalau ngakunya sakit batuk lama tapi bisa jalan kan bisa ke kecamatan," tambahnya.
Bambang berharap, setelah diverifikasi, pihaknya bisa melayani warga yang benar-benar membutuhkan layanan E-KTP mobile. Yang jelas membutuhkan saat ini adalah orang lanjut usia, sakit ingatan/kejiwaan, atau yang benar-benar tidak bisa bangun dari tempat tidur.
Untuk mengatasi masalah door to door yang berat pihaknya menawarkan konsep lain. Pihaknya sedang memetakan daerah yang terbanyak membutuhkan layanan mobile. Jika memungkinkan, maka alat E-KTP mobile akan ditempatkan di dukuh atau RT yang dekat dengan warga sekitar.
"Kalau door to door dari segi waktu susah, belum masang terus nyetel, setelah itu pindah lagi ke satu kilometer. Kami masih mencari konsep yang tepat," jelas Bambang. (*)
TRIBUNJOGJA.COM , BANTUL - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bantul Bambang Guritno memperkirakan ada 15 ribu warga yang membutuhkan layanan Elektronik-Kartu Tanda Penduduk secara mobile. Dengan jumlah sebanyak itu, pihaknya tidak yakin melaksanakan perekaman data dengan konsep door to door. Apalagi alat e-ktp mobile hanya satu unit.
"Kami ambil pelajaran dari kota Yogyakarta yang jalannya datar saja cuma bisa merekam delapan hingga 10 warga," kata Bambang, Selasa (7/2/2012) siang.
Pria berkumis itu menjelaskan, jumlah itu perkiraan mereka, tetapi data yang masuk baru sekitar 3.500 dari beberapa desa. Setelah seluruh data terkumpul pihaknya akan mencermati lagi mana saja yang membutuhkan pelayanan mobile atau bukan. Misalnya, jika ada yang kakinya cacat tapi bisa pakai 'krek' atau satu tangannya tidak ada tapi sehat, disarankan untuk datang langsung ke kecamatan.
"Contoh lagi, kalau ngakunya sakit batuk lama tapi bisa jalan kan bisa ke kecamatan," tambahnya.
Bambang berharap, setelah diverifikasi, pihaknya bisa melayani warga yang benar-benar membutuhkan layanan E-KTP mobile. Yang jelas membutuhkan saat ini adalah orang lanjut usia, sakit ingatan/kejiwaan, atau yang benar-benar tidak bisa bangun dari tempat tidur.
Untuk mengatasi masalah door to door yang berat pihaknya menawarkan konsep lain. Pihaknya sedang memetakan daerah yang terbanyak membutuhkan layanan mobile. Jika memungkinkan, maka alat E-KTP mobile akan ditempatkan di dukuh atau RT yang dekat dengan warga sekitar.
"Kalau door to door dari segi waktu susah, belum masang terus nyetel, setelah itu pindah lagi ke satu kilometer. Kami masih mencari konsep yang tepat," jelas Bambang. (*)
Penulis : Bakti Buwono Budiastyo || Editor : Hanan Wiyoko
Ikuti Tribunjogja.com melalui sosial media twitter @tribunjogja
Kota Yogyakarta Populer
Kota Yogyakarta Lainnya








