Senin, 22 Desember 2014
Tribun Jogja

Tribun Jogja Terbaik se-Jawa

Selasa, 7 Februari 2012 22:46 WIB

Tribun Jogja Terbaik se-Jawa
TRIBUNJOGJA.COM
Laporan Reporter Tribun Jogja, Setya Krisna Sumargo

TRIBUNJOGJA.COM, JAMBI  -
Harian Pagi Tribun Jogja menerima medali perak (silver) penghargaan sebagai surat kabar harian dengan tata wajah terbaik seregional Jawa. Penghargaan diraih pada ajang prestisius Indonesia Print Media Awards (IPMA) & Indonesia Inhouse Magazine 2012, di Ballroom Hotel Novita, Jambi, Selasa (7/2/2012) malam.

Wakil Pemimpin Redaksi, Setya Krisna Sumargo, hadir mewakili Tribun Jogja menerima penghargaan tersebut. Ini prestasi pertama membahagiakan bagi Tribun Jogja, yang belum genap 10 bulan hadir di Provinsi DIY-Jateng.

Untuk regional Jawa, Pikiran Rakyat memperoleh emas, sedangkan Harian Solopos menerima penghargaan perak.  

Prestasi yang tak kurang membanggakan juga ditorehkan delapan koran Grup Tribun yang ada di region Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Total ada sembilan koran Tribun yang meraih award, semua di kategori suratkabar harian.

Selain Tribun Jogja, ada Tribun Batam (perak), Tribun Pekanbaru (perak), Tribun Pontianak (perak), Tribun Kaltim (emas), Metro Banjar (emas), dan Tribun Timur (perak), serta Sriwijaya Post (perunggu), dan Bangka Pos (perunggu).

Ajang IPMA diselenggarakan setiap tahun oleh Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) yang beranggotakan ratusan penerbit media cetak se Indonesia.  Kompetisi ini diikuti ratusan suratkabar baik harian, mingguan, tabloid dan majalah dari tingkat lokal hingga nasional.

Di Jambi, IPMA digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2012 yang puncaknya dilaksanakan Kamis, 9 Februari, yang akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

IPMA  merupkan penghargaan khsus untuk perwajahan terbaik media cetak komersial di Indonesia, dan tahun ini memasuki periode ketiga penyelenggaraannya. Ajang pertama digelar di Jakarta pada 2010, tahun berikutnya di Bali, dan yang ketiga diselenggarakan di Kota Jambi.

Anggota dewan juri, Oscar Motuloh dari Galeri Jurnalistik Antara, menilai aspek fotografi ada peningkatan signifikan. Ada perbaikan dari sisi visual dari ajang sebelumnya. Ini jadi trend positif bagi media cetak Indonesia

Prof Ibnu Hamad dari Fisip UI yang juga ikut menilai ratusan item peserta lomba, mengatakan tahun ini  lebih banyak yang dinilai, jadi memerlukan konsentrasi lebih dan kompetisi jadi lebih ketat. "Ini harus jadi benchmark satu sama lain di kalangan penerbit," kata Ibnu.

Ricardo Indra, GM Corporate Comm Telkomsel, anggota juri, juga menyebut entri tahun ini sangat beragam dan dinamis. "Ke depan IPMA jadi referensi media menunjukkan eksistensinya," kata Ricardo.

Ndang Sutisna, praktisi desain periklanan dari ECO Adwork juga merasa  entri peserta lomba tahun ini terlihat tidak sembarang emmasukkan, dan ini terlihat masing2 menggunakan referensi ajang sebelumnya. (*)
Penulis: xna
Editor: jun

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas