A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Bengkel Bavessta Berdiri Sejak 1921 - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Jogja

Bengkel Bavessta Berdiri Sejak 1921

Selasa, 7 Februari 2012 18:08 WIB
Bengkel Bavessta Berdiri Sejak 1921
TRIBUNJOGJA.COM/Iwan Al Khasni
bengkel bavespa
Mengutak-atik Vespa dari bagian body hingga mesin sudah menjadi kebiasaan Dimas Bavessta (23) warga Yogyakarta sejak kecil. Apalagi, keluarganya sudah turun temurun sudah menyukai kendaraan asal Italia sejak sejak dari dahulu.

Bermula dari kecintaan kepada motor itu pula, ayah Dimas, Raden Anwari (68) atau akrab dipanggil Babeh membuka bengkel Vespa yang diberi nama Bavessta (Babeh Vespa Service Sultan Agung) yang bertempat di Jalan Sultan Agung No. 23, Pakualaman, Yogyakarta.

Bengkel itu dikelola secara turun menurun sejak tahun 1921, dari Kustuchri (almarhum) ke Raden Anwari hingga saat ini dikelola oleh Dimas, dan sempat berpindah-pindah beberapa kali dari Jalan Bintaran Lor, Jalan Tanjung Sari, hingga di Jalan Sultan Agung, Yogyakarta.

Dimas mengaku tertarik dengan Vespa sebab dahulu penasaran selalu dibuat repot dengam motor tua yang dimiliki orangtuanya yang macet. Tapi hal itu malah membuat dirinya makin semangat belajar soal mesin.

Babeh ayah Dimas, sebelum berkutat dengan Vespa memang sempat memiliki motor tua jenis Norton dan semacamnya. Dari situ akhirnya memiliki Vespa hingga saat ini. "Saya belajar dari Ayah soal mesin, selain itu juga belajar secara otodidak,"kata Dimas.

Sedangkan, Dimas saat masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki Vespa yang akrab disebut Vespa "Ndog". Dari sana dia mulai mencintai motor Vespa, kemudian bergabung dengan club Vespa yang ada di Yogyakarta.

"Apalagi anggota club Vespa solidaritasnya sangat tinggi, itu yang saya sukai, jika ada yang macet di jalan pasti dibantu meski tidak kenal,"jelasnya.

Kini Bavessta tak hanya digunakan untuk bengkel motor, beberapa club motor atau pecinta motor vespa juga sering datang ke bengkel untuk sekedar nongkrong dan bersosialisasi. Apalagi Babeh juga tampak akrab dengan anak-anak Vespa dan sering berbagi pengalaman dengan mereka.

Lokasi bengkel yang letaknya ada dipinggir jalan dan terbilang strategis membuat bengkel milik keluarga Dimas tak pernah sepi. Ditambah kelihaian Dimas mengotak-atik mesin motor jika terjadi kerusakan.

"Kerusakan vespa pada dasarnya hanya ada beberapa saja seperti busi, platina, dan karbulator. Kerusakan seperti itu wajar bagi vespa tua dan mudah masih bisa diatasi,"kata anak nomor lima.

Bengkel miliknya itu dibuka mulai pukul 10.00 hingga 21.00 setiap harinya. Kebanyakan yang datang adalah anak dari club Vespa, namun ada juga warga biasaya yang menyukai kendaraan itu.  (Iwan Al Khasni)







Penulis: iwe
Editor: iwe
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas