Anak-anak Ini Lestarikan Permainan Tradisional

Mereka berkumpul untuk memainkan permainan tradisional yang nyaris punah.

Tayang:
Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, BANYUMAS - Suara anak-anak bermain terdengar riuh di kompleks Sanggar Seni Banyu Biru Desa Plana, Kecamatan Somagede, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (7/2/2012) malam. Mereka berkumpul untuk memainkan permainan tradisional yang nyaris punah.

kegiatan itu dimulai sekitar pukul 19.30, anak-anak usia pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) itu berkumpul dan mulai menyanyikan lagu-lagu dolanan. Usai bermain di ruangan, mereka kemudian berpindah tempat ke halaman rumah penduduk yang berada di sebelah utara sanggar.

Meski berjarak sekitar 20 meter namun lokasinya cukup gelap karena kurang penerangan. Untuk menerangi lokasi, pengelola sanggar membuat beberapa obor.

Pengelola sanggar, Yusmanto mengatakan, anak-anak diajak bermain tradisional. Permainan tersebut antara lain dut dut kiradut, lepetan, misikan, jonjang, sliring genting,dan tung-tung balung.

"Permainan ini sudah langka bahkan nyaris tak dimainkan lagi. Anak-anak sekarang tak mengenal lagi permainan tradisional," kata Yusmanto.

Sebagai bentuk revitalisasi, acara permainan melibatkan 'embah-embah' atau sesepuh. Dengan cara demikian menurut Yusmanto anak-anak bisa meneruskan dan mencintai permainan tradisional mereka. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved