Pasar Global Masih Pengaruhi IHSG
Tribun Jogja - Minggu, 5 Februari 2012 22:59 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perdagangan Jum’at 3 Februari ditutup negative tipis -0.95 point di 4015 (-0.237 persen). Pelemahan IHSG lebih disebabkan karena kondisi indeks regional Asia yang cenderung menurun Nikkei melemah -0.51 persen, Kospi melemah -0.61 persen dan Hangseng menguat tipis +0.08 persen.
Selain itu pembukaan pasar Eropa yang cenderung negatif juga memicu penurunan indeks kita pada hari ini.
Analis Danareksa Sekuritas, Alifa Yustisia mengatakan dilihat dari value transaksi yang moderat sebesar Rp 3.8 triliun dan asing membukukan net buy sebesar Rp 349 miliar, penurunan kali ini tidaklah mengkhawatirkan.
Beberapa sektor yang mengalami penurunan, dipimpin sektor pertambangan turun sebesar -6.73 point (0.24 persen) diikuti sektor properti, infrastruktur dan keuangan.
Namun sektor yang mengalami kenaikan menyebabkan indeks hari ini tertahan penurunannya, diantaranya sektor perkebunan (0.99 persen) dan manufaktur (0.4 persen).
Untuk perdagangan minggu depan masih sangat dipengaruhi pergerakan Indeks Regional, terlebih beberapa data keuangan Amerika akan dirilis nanti malam diantaranya Non Farm Payroll dan Unemployment Rate.
Saham-saham pilihan yang bisa dicermati :
INDF, sell on strength. Dengan tidak tertembus resist 4950 dan volume yang kecil, menyebabkan INDF sangat rentan penurunan. Meskipun Stockastiknya masih memungkinkan penguatan terbatas sampai dengan resist 4975 sampai dengan 5150. support 4825 sampai dengan 4775.
BMRI, setelah beberapa hari mengalami penurunan dan support 6600 tertembus, maka kemungkinan menutup gap di 6450 terbuka. Buy on weakness di support 6450 / 6400.
PTBA, sell on strength. Resist 20.800, stockastik sudah overbought. Support 20.300 sampai dengan 19.600.(*)
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perdagangan Jum’at 3 Februari ditutup negative tipis -0.95 point di 4015 (-0.237 persen). Pelemahan IHSG lebih disebabkan karena kondisi indeks regional Asia yang cenderung menurun Nikkei melemah -0.51 persen, Kospi melemah -0.61 persen dan Hangseng menguat tipis +0.08 persen.
Selain itu pembukaan pasar Eropa yang cenderung negatif juga memicu penurunan indeks kita pada hari ini.
Analis Danareksa Sekuritas, Alifa Yustisia mengatakan dilihat dari value transaksi yang moderat sebesar Rp 3.8 triliun dan asing membukukan net buy sebesar Rp 349 miliar, penurunan kali ini tidaklah mengkhawatirkan.
Beberapa sektor yang mengalami penurunan, dipimpin sektor pertambangan turun sebesar -6.73 point (0.24 persen) diikuti sektor properti, infrastruktur dan keuangan.
Namun sektor yang mengalami kenaikan menyebabkan indeks hari ini tertahan penurunannya, diantaranya sektor perkebunan (0.99 persen) dan manufaktur (0.4 persen).
Untuk perdagangan minggu depan masih sangat dipengaruhi pergerakan Indeks Regional, terlebih beberapa data keuangan Amerika akan dirilis nanti malam diantaranya Non Farm Payroll dan Unemployment Rate.
Saham-saham pilihan yang bisa dicermati :
INDF, sell on strength. Dengan tidak tertembus resist 4950 dan volume yang kecil, menyebabkan INDF sangat rentan penurunan. Meskipun Stockastiknya masih memungkinkan penguatan terbatas sampai dengan resist 4975 sampai dengan 5150. support 4825 sampai dengan 4775.
BMRI, setelah beberapa hari mengalami penurunan dan support 6600 tertembus, maka kemungkinan menutup gap di 6450 terbuka. Buy on weakness di support 6450 / 6400.
PTBA, sell on strength. Resist 20.800, stockastik sudah overbought. Support 20.300 sampai dengan 19.600.(*)
Penulis : Victor Mahrizal || Editor : Hendy Kurniawan
Akses Tribunjogja.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunjogja.com







