A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Warga Brontokusuman Simulasi Tanggap Bencana Lahar Dingin - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
Sabtu, 19 April 2014
Tribun Jogja

Warga Brontokusuman Simulasi Tanggap Bencana Lahar Dingin

Sabtu, 4 Februari 2012 19:39 WIB
Warga Brontokusuman Simulasi Tanggap Bencana Lahar Dingin
TRIBUNJOGJA.COM/BRAMASTO ADHY
Simulasi bencana lahar dingin hujan di Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta, Sabtu (4/2/2012)
Langit di atas Kelurahan Brontokusuman Kecamatan Mergangsan tampak cerah, Sabtu (4/2) pagi. Tiba-tiba suara sirine dari pengeras suara yang dikoneksikan dengan alat peringatan dini  Eearly Warning System (EWS) berbunyi menderu membuat warga keluar rumah sebab tahu pertanda banjir lahar hujan segera menghampiri.
 
 
 
Anggota Komunitas Tanggap Bencana , Linmas, ketua RW dan anggota Koramil dibawah perintah Lurah setempat diinstruksikan untuk melakukan evakuasi warga ke titik kumpul. Setelah itu mereka juga menyisir rumah warga di bantaran sungai untuk memastikan warga telah mengungsi.
 
Tidak terkecuali Mbah Ngatini warga Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta. Dia harus dipapah dua orang petugas saat berjalan menyusuri gang menuju mobil petugas kesehatan yang sudah menunggu diujung gang.
 
Meski hanya simulasi tanggap bencana luapan lahar dingin hujan Merapi, Mbah Ngatini tampak mengeluarkan air mata saat dibawa menuju mobil. Wajahnya kelihatan ketakutan sebab tim yang bertugas melakukan evakuasi dan kondisi simulasi mirip dengan kejadian sebetulnya.   
 
Mobil ambulance dari Puskesmas dan Polsek juga tampak datang ke lokasi pengungsian untuk membawa ke rumah sakit. Pada saat bersamaan bunyi sirine dua mobil rescue dari Kantor Penanggulangan Kebakaran, Bencana dan Perlindungan Masyarakat (PKB Linmas) Yogyakarta meraung-raung di wilayah tersebut. Dikabarkan, di wilayah utara ada korban hanyut.
 
Satu unit kesehatan sudah datang disatu jalan di pinggir sungai, dengan tangga tali dan repling disiapkan untuk menyelamatkan korban hanyut yang lewat di sungai tersebut. Dari arah Utara tampak beberapa orang melambaikan tangan terhanyut di sungai yang berarus kencang.
 
Relawan Tagana sudah menyiapkan ban pelampung yang diikat tali, di sisi selatan tim relawan telah memasang jaring yang dibentangkan. Oleh tim pemadam korban berhasil diangkat dan dibawa ke balai RW dengan tandu. Korban diberikan pertolongan pertama selanjutnya di bawa menggunakan mobil ambulance.
 
Simulasi itu digelar dalam rangka melakukan pelatihan terhadap masyarakat, jika sewaktu-waktu banjir lahar hujan datang ke wilayah Mergangansan yang dibelah Sungai Code. Juga merujuk pada pada Surat Keputusan Wali Kota Nomor 812 Tahun 2011 tentang Kontijensi Penanganan Banjir Lahar Dingin di Sungai Code.
 
Tampak hadir juga Wali Kota Yogya, Haryadi Suyuti pada kesempatan kali itu.“Simulasi penanganan bencana diharapkan akan meningkatkan kewaspadaaan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,”kata Haryadi.(*)
Penulis: iwe
Editor: iwe
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
35406 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas